Home / News NTT / Zeyto Ratuarat: Pembangunan SDN Batuplat harus dilanjutkan

Zeyto Ratuarat: Pembangunan SDN Batuplat harus dilanjutkan

Ketua Komisi I DPRD Kota Kupang, Zeyto Ratuarat

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM : Pembangunan Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batuplat dihambat sejumlah oknum warga Batuplat, karena lokasi yang sementara di bangun SD tersebut, diklaim oleh salah satu warga sebagai miliknya. Padahal lokasi tanah itu merupakan milik pemerintah Kota Kupang, yang sementara dalam proses sertifikasi oleh Bagian Tata Pemerintahan Sekot Kupang.

Demikian dikatakan Ketua Komisi I DPRD Kota Kupang, Zeyto Ratuarat kepada moral-politik.com, usai kunjungan Komisi I, di lokasi pembangunan SDN Batuplat, Kamis (1/9/2016) siang.

Menurut Zeyto, lokasi tersebut memamng milik pemerintah Kota Kupang, yang baru diproses sertifikatnya. Namun karena dibiarkan sekian lama oleh pemerintah, lokasi tersebut diklaim oleh keluarga Sulsepa, yang kemudian di jual kepada pihak lain. Kemudian setelah pemerintah membangun sekolah dasar di atas lokasi tersebut, ada pihak lain yang kemudian datang menghambat dan mengklaim lokasi tersebut sebagai miliknya, dan sempat terjadi keributan kecil, sehingga pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut mengadu kepada pemerintah.

Atas pengaduan tersebut, pihak pemerintah dan Komisi I DPRD Kota Kupang, kemudian turun melihat langsung lokasi pembangunan. Dalam perbincangan bersama pihak yang membeli tanah tersebut dari keluarga Sulsepa, pemerintah dan Komisi I kemudian menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya soal pemilikan lahan tersebut. Namun dari penjelasan tersebut, pihak yang membeli tanah dimaksud tidak mau menerima penjelasan pemerintah, dan berniat menolak pembangunan SDN Batuplat.

Atas penolakan tersebut, lanjut Zeyto, pemerintah dan DPRD sepakat meminta kontraktor melanjutkan pembangunan dan jangan hiraukan klaim dari pihak lain, sebab lahan itu murni milik pemerintah Kota Kupang, dan tidak ada pihak lain yang boleh mengklaim lahan itu sebagai miliknya.

“Apabila ada yang dengan sengaja terus menghambat, maka pemerintah Kota Kupang dan Komisi akan meminta pihak keamanan untuk menertibkannya,” pungkas Zeyto.

Baca Juga :  HUT Kota Kupang, Walikota Jonas beberkan penghargaan yang diraih

 

Penulis : Nyongky

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button