Home / News NTT / Gubernur Frans sering mengevaluasi pembangunan yang dipimpinnya

Gubernur Frans sering mengevaluasi pembangunan yang dipimpinnya

Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya. (Foto: Vincent)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM : Gubernur Frans menyatakan bahwa pihaknya sering meminta kepada semua pimpinan SKPD untuk mengevaluasi secara internal apakah program yang sudah dijalankan benar-benar telah berhasil, benar-benar sukses, benar-benar memberikan manfaat kepada rakyat, ataukan sekedar menghabiskan sejumlah uang? Komitmen ini harus kita pegang, dengan demikian seluruh program dan kegiatan ini dirumuskan ke depan untuk lebih membawa manfaat kepada derah ini dan seluruh masyarakatnya.

“Itulah kehormatan kita, martabat kita, yang bekerja dan mengabdi kepada rakyat,” sambung Gubernur Frans ketika menyampaikan sambutan pada acara peringatan HUT NTT ke-58 di Kantor Gubernur NTT, Jalan Raya El Tari, Kota Kupang, Selasa (20/12/2016) pagi.

Menrut Gubernur Frans, kesejahteraan masyarakat kita tidak ditentukan dengan rumah yang mewah, martabat kita juga tidak ditentukan dengan mobil yang mewah. Martabat kita ditentukan jika rakyat telah sejahtera. Sebab kita ini sebagai abdi rakyat, abdi masyarakat.

“Kita juga tidak bekerja untuk sekedar naik pangkat, jadi kepala dinas. Kita bekerja karena ada niat yang baik, ada keberpihakan,” tegasnya.

Ia menyatakan, mulai 2004, 2012, dan tahun 2014 NTT terus menggeliat maju. Gubernur Frans lalu mengajak untuk kembali melihat sejarahnya.

“Pada tahun 2011 kita pertama kali menjadi tuan rumah kegiatan nasional, Hari Pers Nasional. Ketika itu banyak orang ragu. Termasuk teman-teman wartawan atau jurnalis, padahal itu harinya wartawan atau pers. Saya memberikan keyakinan kepada semua pihak kita mesti bisa menjadi tuan rumah yang baik dan setelah itu. Setelah itu, tiga tahun berturut-turut di Hari Pers Nasional, Bapak Presiden memuji NTT sebagai penyelenggara Hari Pers Nasional yang baik dan berhasil,” urainya agak parau.

Dengan keterbatasan hotel bintang, ungkapnya, kita upayakan para tamu yang datang bisa menginap. Kita juga menggunakan asrama Diklat Provinsi NTT. Kalau semua penuh, kita bisa gunakan rumah penduduk.

Baca Juga :  3 Terdakwa Kasus Pencucian Uang PDT 'Dihadiahi Hukuman' Majelis Hakim Tipikor

“Saya ingat betul para Menteri mendapat kamar hotel tapi para Dirjen menginap di rumah Kepala Dinas.
Saya berikan keyakinan kepada Sekda dan SKPD bahwa setelah Hari Pers Nasional akan banyak orang datang membangun NTT, orang datang membangun hotel. Karena selama event tujuh hari itu, seluruh wartawan Indonesia berkumpul di NTT dan memberitakan tentang NTT dengan laporannya dari Kupang, NTT dilaporkan…” pungkas dia. (bersambung dengan judul berbeda)

 

Penulis : Erny
Editor  : Vincent

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button