Home / News NTT / Harbak PU ke-71, Gubernur Frans mengapresiasi Penjaga Pintu Air Bendungan Benenain

Harbak PU ke-71, Gubernur Frans mengapresiasi Penjaga Pintu Air Bendungan Benenain

Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT Andreas William Koreh memberikan keterangan pers kepada wartawan, Kota Kupang, Sabtu (3/12/2016) pagi. (Foto: Semar Dju/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Segenap warga Pekerjaan Umum di Persada Nusantara pada hari ini memperingati Hari Bakti PU ke-71. Peristiwa bersejarah ini selalu diperingati karena banyak korban nyawa dan luka-luka ketika terjadi penyerangan di lokasi Tusuk Sate Provinsi Jawa Barat oleh kolonialisme Belanda.

 

 

MORAL-POLITIK.COM : Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya menghadiri peringatan Hari Bakti (Harbak) Pekerjaan Umum (PU) ke-71, Sabtu (3/12/2016) pagi di Kantor Dinas PU NTT, Kota Kupang, pagi tadi.

Acara peringatan itu sendiri dihadiri Forkompinda Provinsi NTT, para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), para Aparatus Sipil Negara (ASN) Dinas PU NTT, para Purna Bakti Dinas PU NTT, Duda dan Janda dari ASN Dinas PU NTT, para mitra kerja Dinas PU NTT, tokoh masyarakat, dan atlet-atlet peraih medali lomba Sapta Taruna PU, dan sejumlah warga masyarakat yang perduli terhadap kinerja Dinas PU NTT.

Total yang hadir pada acara tersebut berjumlah sekitar 600 orang.

Sebelum membacakan sambutan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Gubernur Frans mengatakan pada tempat pertama kita patut menyampaikan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas tantangan, cobaan, kesuksesan yang dilalui selama 71 tahun. Tentu ada pengalaman yang panjang untuk kesempurnaan kedepannya.

w5Petuga Penjaga Pintu Air Bendungan Benenain di Kabupaten Malaka. (foto: semar dju)

 

“Kita masuk ke musim hujan, biasanya pada musim seperti ini ada bencana dimana-mana. Kita tidak menginginkan bencana itu terjadi. Tapi juga kita tidak mampu mengatakan kepada bencana untuk tidak boleh datang. Yang perlu kita ikapi adalah waspada, menjaga untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Apakah tanah longsor, bendungan yang rusak, jalan yang putus, dan seterusnya. Semua ini mesti kita menjaga agar bisa berfungsi sepanjang masa,” katanya.

Baca Juga :  Walikota Jefri berjanji takkan alergi kritikan masyarakat

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button