Home / Sains / Harbak PU ke-71! Sumber Air Baku Terus Menyusut, Bendungan Kolhua Solusinya !

Harbak PU ke-71! Sumber Air Baku Terus Menyusut, Bendungan Kolhua Solusinya !

Nicky Uly. (foto: Akun Facebook Nicky Uly)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Sadar atau tidak, dari tahun ke tahun Kota Kupang terus mengalami defisit air. Untuk tahun 2016 ini defisit air semakin menjadi-jadi. Kondisi seperti ini harus dicari jalan keluarnya. Apa saja?

 

 

MORAL-POLITIK.COM : “Sebenarnya rencana pembangunan Bendungan Kolhua itu berdasarkan kebutuhan masyarakat Kota Kupang untuk pemenuhan air baku. Kondisi saat ini sangat dibutuhkan kurang lebih 500 liter air perdetik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi air bagi 500 ribu lebih penduduk Kota Kupang. Namun ketersediaan air yang ada saat ini cuma mampu memunuhi 20 persen kebutuhan, bahkan jumlah sebenarnya dibawa 20 persen,” ungkap Anggota DPRD Kota Kupang asal Partai Nasdem, Nicky Uly di Kantor DPRD Kota Kupang, Senin (21/11/2016) pagi.

Minimnya ketersediaan air, tambahnya, diakibatkan oleh kekeringan dan musim panas berkepanjangan, dan adanya penyedotan air baku di dalam tanah melalui sumur bor sehingga terjadi penyusustan air pada air tanah.

“Melihat kondisi seperti ini, Kota Kupang sangat membutuhkan sebuah bendungan dengan kapasitas yang besar untuk pemenuhan air bagi masyarakat Kota Kupang,” tegasnya.

Ia menyatakan, kalau Bendungan Kolhua jadi dibangun, produksi air yang dihasilkan sekitar 150 liter perdetik. Dengan produksi sebanyak itu, maka lebih dari setengah kebutuhan air masyarakat Kota Kupang bisa terpenuhi.

Ketika disinggung soal polemik lahan Kolhua yang disinyalir sudah dipolitisir oleh sejumlah elite politik untuk kepentingan politik tertentu, Nicky mengaku, sebenarnya sikap skeptis masyarakat Kolhua yang enggan melepas lahan mereka untuk pembangunan Bendungan Kolhua, bukan karena kepentingan politik, atau sudah dipolitisir oleh elite politik. Keengganan masyarakat, mungkin disebabkan pendekatan dari pemerintah Kota Kupang yang kurang intensif. Dirinya yakin kalau pendekatan dilakukan lebih intensif dengan menawarkan keuntungan bagi masyarakat pemilik lahan, diyakininya masyarakat mau melepaskan lahannya.

Baca Juga :  Marzuki: Unggul debat kedua, elektabilitas Anies meningkat

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button