Home / News NTT / Ibu ini laporkan Direktur PDAM Tirta Lontar ke Polda NTT

Ibu ini laporkan Direktur PDAM Tirta Lontar ke Polda NTT

Dirut PDAM Tirta Lontar Johannis S Ottemoesoe

Bagikan Halaman ini

Share Button

Lantaran mengeluarkan kata-kata kasar saat memimpin apel pagi di kantor yang di pimpinnya, si staf yang adalah seorang ibu melaporkan sang direktur ke Polda NTT.

 

MORAL-POLITIK.COM : Direktur Perusahaan Daerah (PDAM) Tirta Lontar Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Johannis S Ottemoesoe, dipolisikan ke Mapolda NTT atas dugaan penghinaan kepada salah satu stafnya, Maria Magdalena Nope-Lado, warga Farmasi, Kelurahan Oesapa Selatan, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Laporan tersebut bernomor: LP/B/ 390/Xll /2016/SKPT Polda NTT.

Maria Magdalena Nope-Lado mengaku kepada moral-politik.com, di Kota Kupang bahwa pada Senin (28-11-2016) lalu pukul 8.00 wita, lantaran adanya apel pagi bersama ratusan staf, di kantor PDAM Jl. Anggrek No 11 Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, tiba-tiba Pak Direktur teriak nama saya pakai mic (microphone, red) bahwa, Maria Lado kau lihat kesini, dengan nada kasar.

“Saya pun mempertanyakan balik pada Pak Dirut, Pak saya ada buat apa sehingga teriak nama saya di depan umum apa lagi di depan banyak staf? Terkecuali saya ada bercerita saat apel baru Pak boleh teriak nama saya seperti anak kecil! Saya kan ada berdiri baik-baik saja Pak Direktur, dan saya tidak bercerita kok!“ demikian tambahan pengakuan korban Maria kepada wartawan, Rabu (8/12/2016) usai melaporkan Direktur PDAM Tirta Lontar Kabupaten Kupang ke Mapolda NTT.

Maria menyatakan, setelah dirinya mempertanyakan teriakan namanya tersebut, Pak Direktur bilang, “Bangsat, babi! Kau menangis sampai tuju turunan pun saya tidak akan bantu anak kamu. Kau dengar baik-baik!“

Kemudian Pak Direktur pun suruh saya keluar dari barisan apel pada saat itu, dan saya mengatakan saya tidak akan keluar pak, terkecuali saya ada berbuat salah saat bapak pimpin apel pada pagi itu, karena saya ada berdiri diam-diam kok bapak langsung teriakan nama saya di depan anak-anak yang baru honor kemarin, gimana sih wibawa seorang pemimpin memberikan contoh yang tidak berwibawa, moral dan etika kepada bawahan dengan baik?

Baca Juga :  Akreditasi kunci keberhasilan pendidikan di Kota Kupang

Ia menambahkan, bahwa atas kejadian itu  dirinya sangat terganggu.

“Sangat sakit dengan tindakan Pak Direktur dengan teriakan nama saya di depan staf begitu banyak. Kalau saya ada salah terhadap dia ya panggil saya ke ruangan sebagai atasan dan bawahan, bukannya diteriak seenaknya lantaran dia sebagai pemimpin,” jelasnya.

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button