Home / Sains / Jalan bareng “Tim Kementerian PUPR” ke Motaain

Jalan bareng “Tim Kementerian PUPR” ke Motaain

Foto: Doc. Dinas PU NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kerja meninjau, membina, dan menilai Daerah Irigasi Malaka usai sudah. Tepat pukul 07.00 wita Dewan Juri telah memasukan penilaiannya ke sebuah kotak berukuran 25×35 cm. Sembari menanti pengumuman pada 5 Desember 2016, hal paling menarik yang disepakati adalah refresing ke Motaain.

 

 

MORAL-POLITIK.COM : Begitu usai Dewan Juri memasukan penilaiannya ke kotak penyimpanan yang diamankan oleh pegawai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Selasa (29/11/2016) sekira pukul 07.10 wita, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Andreas William Koreh mengajak Tim Juri melepas penat ke Motaain.

Motaain adalah dusun kecil yang berada di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi NTT.

Namanya mulai dikenal dunia ketika pasca jejak pendapat Timor Timur tanggal 30 Agustus 1999, dimana Timor Timur (sekarang Timor Leste) yang merupakan provinsi ke 27 (provinsi termuda) kala itu harus lepas dari pangkuan ibu pertiwi melalui referendum/plebesit/jajak pendapat. Sebab dari 344.580 penduduk Timor Timur hanya 94.338 penduduk Timor Timur (21,50 %) yang menerima otonomi khusus, yang ditawarkan Pemerintah Republik Indonesia.

Jarak Motaaian dari Kota Atambua sekitar 35 km. Waktu tempuh antara 30-45 menit.

ak1Kepala Dinas PU NTT Andreas William Koreh. (Foto: doc. Dinas PU NTT)

Kelima orang juri, yaitu Prof. Sigit Supatmo Arip (Dari Universitas Gajah Mada), dan empat orang dari Kementerian PUPR atas nama Eko Subekti, Djito, Prasidananto, dan Rizal Siregar tak berkeberatan.

“Kapan lagi kami datang kemari,” ujar salah seorang dari kelima juri ini.

Baca Juga :  Anies semakin melambungi Ahok usai debat di Metro TV

< 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button