Home / Sejarah / Kapolda Iriawan bongkar rahasia aksi aktivis makar

Kapolda Iriawan bongkar rahasia aksi aktivis makar

Foto: Infoteratas.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Demokrasi acap kali berujung penangkapan aktivis dengan alasan merencanakan perbuatan makar terhadap pemerintah yang berdaulat. Seberapa beralasannya Kapolda Metro Jaya Iriawan menangkap para aktivis tersebut?

 

MORAL-POLITIK.COM : Beberapa jam menjelang Aksi Bela Islam III pada 2 Desember lalu, Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya mencokok sebelas aktivis dengan tuduhan makar. Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan ada sejumlah orang yang mendompleng unjuk rasa dengan tujuan menggulingkan pemerintah. “Pilihannya, kalau tidak diambil, akan terjadi pengerahan massa untuk menduduki DPR dan memaksa sidang istimewa untuk menurunkan Presiden,” kata Iriawan.

Mereka yang ditangkap antara lain politikus Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; Rachmawati Soekarnoputri; mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen; Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; aktivis Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; aktivis buruh Alvin Indra Al Fariz; Ratna Sarumpaet; Ahmad Dhani (politikus pendatang baru) dan Sri Bintang Pamungkas. Satu aktivis lain, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Hatta Taliwang, diciduk di Rumah Susun Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Kamis pekan lalu. Meski menuai banyak protes, Iriawan berkukuh keputusannya tepat dan didasari bukti valid. “Sudah ada permufakatan untuk makar,” ujar pria 54 tahun itu.

Sejak menjabat Kepala Polda Metro Jaya pada 16 September lalu, Iriawan mendapat pekerjaan rumah tak ringan untuk mengamankan Aksi Bela Islam. Aksi ini adalah rangkaian demonstrasi berkaitan dengan kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama, yang diawali dengan demo 14 Oktober lalu di Balai Kota Jakarta. Iriawan bisa bernapas lega setelah demonstrasi 2 Desember berjalan damai.

Pada Rabu pekan lalu, Iriawan menerima wartawan Tempo Arif Zulkifli, Setri Yasra, Sunudyantoro, Reza Maulana, Syailendra Persada, dan Raymundus Rikang serta fotografer M. Iqbal Ichsan untuk wawancara khusus.

Baca Juga :  Ini Surat Terakhir Mendikbud Anies ke Seluruh Guru yang Bikin Trenyuh...

Selama hampir dua jam, diselingi menyantap nasi Padang bungkus, mantan Kepala Polda Jawa Barat itu meladeni pertanyaan Tempo dengan diiringi gelak tawa. Ia menjelaskan pelbagai isu, dari evaluasi demonstrasi, sumber pendanaan unjuk rasa, hingga pesan Presiden Joko Widodo kepadanya.

< 1 2 3 4 5 6 7>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button