Home / News NTT / Kinerja Dinas PU NTT diapresiasi, mutu pekerjaan harus lebih diawasi

Kinerja Dinas PU NTT diapresiasi, mutu pekerjaan harus lebih diawasi

Rm. Leonardus Enos Dau, RD. (Foto: Telkomsel Bali Nusra News)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kinerja Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama ini, khususnya dalam pembangunan sarana infrastruktur, mendapat nilai plus dari para tokoh agama yang ada.

 

 

MORAL-POLITIK.COM : Banyak nilai positif yang telah dilakukan oleh Dinas PU Provinsi NTT di bawah kepemimpinan kepala dinasnya Andreas W. Koreh. Meskipun tidak semuanya berjalan dengan baik, tetapi apa yang dilakukan oleh Dinas PU selama ini di NTT dan Kota Kupang khususnya, mendapat apresiasi khusus dari Tokoh Agama.

Salah satu Tokoh Agama yang memuji kinerja dari Dinas PU Provinsi NTT adalah Rohaniawan Katolik Rm. Leonardus Enos Dau, RD.

Menurut Romo Enos, banyak hal positif yang terjadi dalam proses pembangunan infrastruktur dan pembanguan-pembanguan lain yang ada di Kota Kupang secara khusus, dan NTT secara umum. Daerah-daerah yang selama ini terisolir, daerah-daerah yang sulit dijangkau, berkat kerja keras Dinas PU,  banyak masyarakat yang sudah terbantu dan daerah-daerah terisolir bisa terjangkau berkat kerja keras dinas PU.

“Memang dalam pekerjaan masih banyak hal terjadi, banyak kekurangan sana sini, sebagi manusia pasti banyak kekurangannya. Tapi saya mau tegaskan di dalam pembangunan infrastruktur dan pembangunan-pembangunan fisik lain, sudah sangat baik dan sangat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, dengan pembangunan yang sering ada pembebasan lahan milik warga, pihak Dinas PU harus melakukan pendekatan kemanusiaan, karena  membangun infrastruktur untuk kepentingan masyarakat, sehingga pendekatan kemanusiaan menjadi hal yang utama, agar  masyarakat juga bisa merasakan itu, dan masyarakat juga bisa menjaga sarana prasarana yang ada.

Budaya orang Kupang, katanya, dan NTT secara umum tidak mau menjaga sarana prasarana yang ada. Misalnya saluran drainase. Saluran  yang ada tidak digunakan secara baik tetapi menjadi tempat sampah, sehingga ketika hujan dengan intensitas yang rendah, genangan air tejadi dimana-mana.

Baca Juga :  Rian tabrak mobil Pejabat KPUD Kota Kupang

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button