Home / Gaya Hidup / Kisah Perayaan Natal di kediaman Theo Sambuaga

Kisah Perayaan Natal di kediaman Theo Sambuaga

Theo L Sambuaga mengadakan Ibadah Natal di kediamannya, Jalan Cut Nyak Dien, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 25 Desember 2016. (SP/Carlos KY Paath)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM : Hari Raya Natal Tahun 2016 ini dirayakan berbeda antara satu tokoh dengan tokoh yang lainnya.

Perayaan Natal di rumah Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar (PG), Theo L Sambuaga, di Jalan Cut Nyak Dien, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/12) dihadiri mantan Wakil Presiden Boediono, namun pada acara ramah tamah yang berlangsung pukul 19.00 WIB.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, beberapa tokoh tampak hadir di antaranya mantan Gubernur Bank Indonesia Arifin Siregar, mantan Menteri Hukum dan HAM Muladi, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso. Selain itu, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto, anggota Dewan Kehormatan Golkar Ginandjar Kartasasmita, Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono, Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar Siti Hedianti Hariyadi, Ketua Fraksi PDIP MPR Ahmad Basarah dan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti.

Dari pantauan, para tamu undangan menikmati hidangan seperti masakan Manado, Soto Mie Bogor, daging asap Korea dan aneka kue ringan serta puding. Alunan musik lagu-lagu daerah juga menyemarakkan suasana.

Theo didampingi sang istri Erna Sudaryati Sukardi sesekali berbincang dengan tamu. Theo juga menjemput dan mengantar sejumlah tamu, khususnya Boediono.

Sebelumnya dalam ibadah Natal, kedua putra Theo yakni Eddy Khrisna Patria Sambuaga dan Jerry Adhitya Ksatria Sambuaga beserta istrinya Manahan Marpaung dan putrinya tampak menghayati khotbah yang dibawakan Pendeta (Pdt) J Sompotan dari GPIB Jemaat Paulus DKI Jakarta.

Sompotan yang membawakan Injil Matius 2:7-12 mengatakan, dalam menjalani kehidupan akan ditemukan perbedaan-perbedaaan. Menurutnya, perbedaan merupakan keniscayaan. “Membuat kita hidup saling melengkapi satu dan lain. Ada kanan, ada kiri, tidak ada kanan semua. Lalu ada atas, ada bawah,” katanya.

Dia menyatakan, peristiwa Natal juga harus dimaknai seperti itu. Menurutnya, Natal merupakan peristiwa Allah mendatangi manusia dari kemuliaan di surga. “Tuhan Allah datang dari tempat tinggi turun ke bumi. Dari kemuliaan surgawi datang ke kehinaan dunia. Sesuatu yang beda, bertolak belakang sebetulnya,” jelasnya.

Baca Juga :  4 Suku pedalaman yang dihuni wanita-wanita cantik
Penulis  : Carlos KY Paath/WBP
Editor     : Erny
Sumber : Suara Pembaruan, Beritasatu.com

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button