MORAL-POLITIK.COM : Banyaknya angka nol pada mata uang rupiah mendorong Bank Indonesia dan Menteri Keuangan Sri Mulyani menyederhanakannya.

Kesemuanya berawal manakala Bank Indonesia (BI) mendorong realisasi redenominasi atau penyederhanaan nol pada mata uang rupiah tanpa mengurangi nilainya. BI ingin menyederhanakan tiga nol, atau berarti Rp 1.000 menjadi Rp 1.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, angka nol dalam mata uang rupiah saat ini cukup banyak, dibandingkan mata uang di seluruh dunia.

“Kalau dilakukan redominasi karena mungkin di dalam seluruh currency di dunia ini nolnya cukup banyak, dan di beberapa negara seperti yang paling teringat saat ini ada Turki itu pernah inflasinya mengalami sangat tinggi,” kata Sri Mulyani di Balai Kartini, Jakarta, Senin (19/12/2016).

“Indonesia kan sebetulnya currency ini terjadi karena dari krisis tahun 1997/1998 terus belanjut dan ini yang mengambarkan kenapa kita memiliki nol-nya banyak,” imbuhnya.

Mantan Direktur Bank Dunia ini mengatakan, redenominasi juga harus disertai dengan penjagaan fondasi mata uang rupiah, yaitu perekonomian dalam negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

6 + = 14