Home / News NTT / Pemkot Kupang ingin bangun Pos Pemadam Kebakaran, begini sikap DPRD…

Pemkot Kupang ingin bangun Pos Pemadam Kebakaran, begini sikap DPRD…

Anggota DPRD Kota Kupang Merry Salouw. (Foto: Akun FB Merry Salouw)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Gayung bersambut antara Pemerintah Kota Kupang dan DPRD Kota Kupang. “Tumben” perihal rencana pembangunan Tujuh Sistem Proteksi Kebakaran sontak diresponsi. Seperti apa kemesraan pemerintahan di Kota Kupang ini?

 

 

MORAL-POLITIK.COM : Rencana pemerintah Kota Kupang lewat Dinas Pemadam Kebakaran untuk membangun Tujuh Sistem Proteksi Kebakaran yang tersebar di Enam Kecamatan di Kota Kupang dan Satu di lokasi kantor pusat Dinas Kebakaran yang baru, mendapat persetujuan dari DPRD Kota Kupang. Alasan utama DPRD Kota Kupang mengabulkan rencana pemerintah tersebut, untuk mendekatkan penanganan kebakaran di Kota Kupang.

Anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi Gerindra Merry Salouw saat ditemui moral-politik.com, di Kantor DPRD Kota Kupang, Selasa (6/12/2016) siang mengtakan, Pemadam Kebakaran Kota Kupang harus membuat pos di masing-masing Kecamatan agar dapat mengantisipasi apabila terjadi kebakaran secara cepat.

Menurutnya, selama ini mobil pemadam kebakaran seringkali terlambat melakukan pemadaman, karena semua unit mobil kebakaran hanya ditempatkan pada Kantor Pemadam, sehingga jika terjadi kebakaran di lokasi yang jauh dari Kantor Pemadam, penanganannya sering kali terlambat.

Pos pemadam kebakaran harus ada karena menyangkut kesalamatan bagi masyarakat jika rumah terjadi kebakaran, karena baru-baru ini banyak terjadinya kebakaran seperti di Kelurahan Oesapa, Maulafa, Oebufu dan BTN Kolhua, penanganannya seringkali terlambat,” katanya menambahkan.

Merry menyatakan, rencana penempatan Tujuh Sistem Proteksi Kebakaran yang akan di bangun harus berdasarkan kajian yang benar, sehingga penempatan sistem proteksi kebakaran benar-benar tepat.

“Untuk penempatan pos proteksi saya lebih cenderung satunya di Kelurahan Oesapa, karena di situ banyak kos-kosan dari pada rumah warga. Banyak kos-kosan yang sering terbakar karena kelalaian dari penghuninya. Untuk itu salah satu pos harus ditempatkan di Kelurahan tersebut,” pungkas dia.

Baca Juga :  Cerita peringatan HUT Basarnas ke-45 di Kota Kupang

 

Penulis : Nyongki

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button