Home / News NTT / Proficiat! Pemprov NTT akhirnya meraih Predikat WTP dari BPK

Proficiat! Pemprov NTT akhirnya meraih Predikat WTP dari BPK

Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

Bagikan Halaman ini

Share Button

Melalui perjuangan panjang, akhirnya sudah dua tahun belakangan ini Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan.

 

 
MORAL-POLITIK.COM : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Prestasi itu berhasil diraih berkat kerja keras bersama.

“Kami meminta dukungan BPK Provinsi NTT untuk memperbaiki kualitas tatakelola pemerintahan,” kata Gubernur Frans kala menyampaikan sambutannya pada acara Serah Terima Jabatan Kepala Perwakilan BPK Provinsi NTT Senin (5/12/2016).

Acara yang mengambil tempat di Aula Kantor Perwakilan BPK Provinsi NTT itu, melantik Edward Ganda Hasiholan Simanjuntak menggantikan Dewi Ciantrini sebagai Kepala Perwakilan BPK NTT.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Dewi yang telah bekerjasama, mendukung Pemerintah Provinsi NTT, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah. Kami berharap tidak lupa dengan NTT, terutama dengan tenunan ikatnya. Kepada pak Edward, kami ucapkan selamat datang di Provinsi dengan 1.192 pulau ini. Kami berharap, tetap menjadi mitra kami, dalam berbagai upaya meningkatkan kualitas kerja pemerintah daerah,” katanya.

gub2

 

Sebagai pejabat baru yang sebelumnya bertugas di BPK RI, Edward resmi dilantik sesuai Keputusan Sekretaris Jenderal BPK RI Nomor: 276/K/X-X/10/2016 tentang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian dari Jabatan Struktural Eselon II pada pelaksana Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Dewi Ciantrini, yang sudah menjabat lebih setahun itu, selanjutnya menjabat sebagai Kepala Auditor IV.B di Kantor Pusat (BPK RI).

Baca Juga :  DPRD Kota Kupang himbau masyarakat NTT dukung Andmesh Kamaleng

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button