Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya menguak alasannya terkait penyelenggaraan puncak peringatan Hari Nusantara 2016 di Kabupaten Lembata.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya. (Foto: Dok Biro Humas Setda NTT)

 

MORAL-POLITIK.COM – Dalam rangka membuka isolasi fisik wilayah diperlukan infrastruktur yang memadai, jalan, pelabuhan dan bandar udara agar kawasan ini tidak lagi terisolir dan mudah dijangkau para pengunjung yang datang ke NTT.

Itu sebabnya puncak peringatan Hari Nusantara (Harnus) tahun 2016 ini memiliki jejak kehadiran bermanfaat untuk meretas isolasi dan menghidupkan denyut ekonomi masyarakat di kawasan Altaka.

Demikian dikatakan Gubernur Frans dalam sambutannya pada acara Puncak Harnus tahun 2016, Selasa (13/12/2016) bertempat di pelabuhan laut Lewoleba.

Melansir siaran pers Kepala Biro Humas Setda NTT Samuel Pakereng yang dikirim kepada moral-politik.com, Rabu (14/12/2016) pagi, Gubernur Frans mengatakan, kehadiran undangan di Lewoleba, Lembata menegaskan bahwa sekalipun wilayahnya terpencil, akan tetapi Lembata, NTT tidak merasa sendirian di antara sesama anak bangsa.

“Lembata dengan berbagai keterbatasan, jumlah hotel minim, hanya 6 hotel dengan 167 kamar, tetapi Lembata siap menerima tamu sebanyak 5.000 orang,“ tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 + 1 =