Home / Sastra / Tabur rampe, peradaban planet huni manusia NTT

Tabur rampe, peradaban planet huni manusia NTT

Tabur Rampe di Pantai Pasir Panjang, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (24/12/2016) Pukul 14.00 WITA. (Foto: Linbuk)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM : Benar sekali ungkapan “tak ada yang baru di dunia”. Semuanya telah ada, dan yang terjadi kini sesungguhnya pengulangan-pengulangan dari kejadian-kejadian sebelumnya.

Ambil contoh, saya pribadi pernah berbangga karena pernah menarasikan sebuah Novel “Membadai Pukuafu” yang di dalamnya mengungkapkan perasaan hati seorang pria dengan cara memberikan setangkai mawar biru kepada wanita dambaannya.

Ternyata selang beberapa hari kemudian saya membaca sebuah novel karya pengarang Barat telah menarasikan mawar biru untuk perasaan cinta….

Satu yang hingga kini belum ada yaitu menganalogikan sosok wanita sebagai Anggrek Hitam. Anggrek Hitam yang berwarna hitam pekat belum pernah di temukan di planet huni manusia. Dia hanya ada dalam fatamorgana khayalku tentang uniknya perasaan terhadap wanita yang di temuinya sewaktu berwisata ke Desa Boti di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

90Sebagian kecil keluarga yang ikut ke pantai Pasir Panjang, Kota Kupang.

 

Anggrek Hitam saya narasikan dalam sebuah naskah Novel yang sudah empat tahun rampung tapi belum ingin di cetak, atau tawarkan kepada Penerbit kesohor Indonesia.

Peradaban

Kata Peradaban baru beberapa tahun terakhir ini diujar. Padahal aksara ini telah diurai dalam Ensilik “Populorum Progressio”, di situlah letak sumbangan khas Gereja kepada peradaban: Gereja ikut memupuk aspirasi-aspirasi masyarakat yang amat luhur, dan menderita bila menyaksikannya tak terpenuhi…. (Surat Apostolik Paus Paulus VI; Kumpulan Dokumen Ajaran Sosial Gereja Tahun 1891-1991 dari Rerum Novarum sampai Centesimus Annus, hal. 469).

Apa itu Peradaban? Banyak pendapat para ahli yang mendefinisikan tentang pengertian Peradaban. Akan tetapi secara umum, Peradaban adalah bagian-bagian dari kebudayaan yang tinggi, halus, indah, dan maju.

Baca Juga :  Puisi: Budaya kita, budaya omong

< 1 2 3 4 5>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button