Home / Populer / Tragedi Sarai, Gubernur diminta waspadai kelompok radikal

Tragedi Sarai, Gubernur diminta waspadai kelompok radikal

Ilustrasi Gubernur NTT Frans Lebu Raya bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Sabtu (14/5/2016), meresmikan pembakuan nama dari 10 pulau (rupa bumi) di NTT. Acara tersebut dipusatkan di Tanjung Boa Pulau Usu Desa Tenalai, Kecamatan Landuleko Kabupaten Rote Ndao, NTT. FOTO: Timor Express/JPNN.com/Indexnesia.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Keprihatinan datang membanjir usai tragedi berdarah di Kabupaten Sabu Raijua (Sarai). Gubernur NTT diminta untuk meningkatkan kewaspadaannya.

 

MORAL-POLITIK.COM : Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Komunitas Persaudaraan Nusa Tenggara Timur (NTT) di Jakarta, meminta Gubernur dan Kapolda NTT untuk mewaspadai adanya kelompok radikal di wilayahnya.

“Sebagai penanggungjawab politik dan keamanan, Gubernur dan Kapolda NTT seharusnya terus menerus meningkatkan kewaspadaan dan kepekaan, agar tidak membuka peluang masuknya kelompok radikal, sekaligus menjaga kerukunan dan keselamatan masyarakat,” ujar salah satu tokoh NTT, Petrus Selestinus, saat konferensi pers di Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (16/12).

Petrus menilai, kejadian tragis di Sabu Raijua, tidak boleh dianggap sebagai kriminal biasa. “Sebelumnya, aktivitas kelompok radikal di NTT telah dideteksi. Bahkan, beberapa kelompok telah diamankan dan dipulangkan oleh aparat kepolisian tanpa proses hukum,” kata Petrus.

Menurutnya, kejadian tragis di Sabu Raijua menjadi bukti bahwa Gubernur dan Kapolda NTT tidak memiliki kepekaan, kewaspadaan dan tanggungjawab terhadap situasi keamanan di wilayahnya, terkait dengan dinamika politik nasional di Jakarta yang akhir-akhir ini memanas dan eskalatif.

“Sementara, sikap waspada aparat penegak hukum dan para pejabat pemda Provinsi NTT tidak nampak untuk mengantisipasi dampak langsung dari dinamika politik dan keamanan nasional di Jakarta, yang semakin eskalatif,” ungkap dia.

Tokoh NTT lainnya, Serfas Manek, mengatakan, kelompok radikal sempat dtiangkap di NTT pada tahun 2015. Contohnya, kata dia, penangkapan Syarifudin, seorang anggota jaringan teroris kelompok Santoso, pada tanggal 18 April 2015 yang lalu di Rangga Watu, Kecamatan Mbeling, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

“Selain itu, tiga terduga jaringan ISIS ditangkap di Kabupaten Alor oleh Densus 88 pada tanggal 31 Juli 2015, penemuan lambang bendera kelompok bersenjata ISIS yang digambar di tembok bangunan di Kabupaten TTS dan juga berita ISIS marak di NTT. Itu merupakan fakta-fakta yang tak terbantahkan bahwa persoalan toleransi, kerukunan dan keamanan warga masyarakat berada dalam ancaman, setidak-tidaknya terdapat indikasi bahwa kelompok radikal sedang membangun basis kekuatan di NTT,” beber dia.

Baca Juga :  Siapakah pengganti Hatta sebagai Menko Perekonomian?

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button