MORAL-POLITIK.COM : Ini bukan sedia payung sebelum hujan  lagi, tapi sudah basah baru ingin menggunakan payung.

Hal tersebut tepat diberikan julukan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang untuk mengantisipasi wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi pada musim penghujan saat ini.

Pasalnya pada awal bulan Januari 2017 ini sudah ada satu korban yang meninggal dunia karena terserang DBD.

Demikian dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kupang Sri Wahyuningsih kepada wartawan, di Rumah Jabatan Walikota Kupang, Kamis (19/1/2017) kemarin.

Dikatakan, sampai pekan ketiga di tahun 2017, kasus DBD di Kota Kupang belum sebanyak tahun 2012, namun perlu disiapkan langkah antisipasi lebih dini karena sudah ada korban jiwa. Dan kasus yang meninggal itu ada di Kelurahan liliba.

Untuk itu, tambahnya, dalam penanganan DBD ini, Dinas Kesehatan melalui Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit sedang melakukan pertemuan dengan pengelola program DBD dan surveilance selama dua hari untuk bersama-sama mengevaluasi kasus-kasus yang ada, sehingga bisa back up, jangan sampai terjadi lonjakan kasus dan terlambat penangananya.

“Selain itu, kami sudah melakukan penyelidikan epidemologi, foging focus untuk memback up sehingga wabah DBD tidak meluas,” katanya

Sri menambahkan, dalam pencegahan DBD ini dilakukan pencegahan utama adalah dengan abate dan itu sudah disediakan di semua Puskesmas dan diberikan secara gratis, sehingga masyarakat dapat mengambilnya di Puskesmas secara gratis. Masyarakat juga diminta perlu juga melakukan kegiatan pembersihan lingkungan dengan melakukan jumat bersih dengan pengubur benda bekas seperti ban-ban bekas, yang dapat menampung air.

“Pemerintah juaga terus melakukan pemetaan yang jelas, sehingga jika ditemukan kasus DBD di mana, maka segera lakukan tindakan foging atau tindakan lain untuk mengurangi jentik nyamuk,” pungkas Sri.

Baca Juga :  Ari Ondok : Mutasi sudah menjadi hal biasa

 

Penulis : Nyongki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here