MORAL-POLITIK.COM : Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kebijakan-kebijakan mengenai pendidikan merupakan hal yang seringkali menimbulkan kontroversi.

Mulai dari kebijakan kurikulum, sertifikasi guru, pelaksanaan program PPG (Pendidikan Profesi Guru), UN (Ujian Nasional) dan kebijakan-kebijakan pendidikan yang lain. Belum lama muncul berita hangat mengenai kebijakan kementerian untuk meniadakan program UN yang tidak disetujui oleh presiden, sekarang muncul kebijakan baru yang masih berkaitan dengan UN.

Pada Ujian Nasional (UN) 2017 jenjang SMA dipastikan bahwa siswa bisa memilih satu pelajaran pilihan sesuai jurusan, selain mata pelajaran wajib yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris. Menurut Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud, Nizam menerangkan bahwa hal tersebut telah menjadi keputusan dan akan dilaksanakan, tinggal menunggu SOP-nya.

Dengan memilih pelajaran yang akan diujikan di UN, bukan berarti siswa tidak akan serius belajar mata pelajaran yang lain. Misalnya, siswa jurusan IPA yang memilih Biologi di UN tetap harus serius belajar Kimia dan Fisika karena akan diujikan di ujian sekolah yang juga akan menentukan kelulusan.

Ujian Nasional (UN) SMA

Pemilihan mata pelajaran yang paling disukai atau paling dikuasai terdengar agak janggal mengingat setiap rumpun IPA maupun rumpun IPS memiliki beberapa mata pelajaran yang menjadi ciri khasnya. Seluruh mata pelajaran khas tersebut wajib ditempuh siswa sesuai rumpun masing-masing.

Apabila pada kurikulum 2013 terdapat mata peajaran peminatan (lintas minat), di mana siswa rumpun IPA dapat memilih satu mata pelajaran khas IPS dan sebaliknya. Kemudian pada UN, siswa bisa memilih 1 mata pelajaran khas rumpunnya. Sedemikian demokratisnya negeri ini sampai kelompok mata pelajaran satu rumpun yang wajib dipelajari tersebut boleh dipilih salah satunya pada UN.

Baca Juga :  Puluhan Pemuda Parung Panjang mengikuti Seminar Nasional

Akan lebih adil apabila sejak masuk SMA kelas X, siswa langsung memilih peminatan khusus yang mereka senangi, seperti sistem memilih prodi pada bangku perkuliahan. Selanjutnya mata pelajaran lain, meskipun satu rumpun dijadikan mata pelajaran penunjang. Sehingga satu mata pelajaran khas rumpun yang dipilih pada UN sesuai dengan mata pelajaran yang telah dipilih sejak awal.

Menurut Nizam, keputusan memberi pilihan pelajaran dalam UN dilakukan untuk membiasakan siswa memilih sesuatu yang paling disenangi atau dikuasai. Kata yang penting untuk digarisbawahi adalah “membiasakan”. Berdasarkan kata tersebut akan muncl pertanyaan, “apakah UN masih merupakan salah satu langah untuk membiasakan siswa memilih?”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here