MORAL-POLITIK.COM: Jumlah korban kapal karam di Malaysia asal provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah satu orang.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan, Balai Pelayanan Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang, NTT Siwa mengatakan, jumlah calon tenaga kerja asal NTT yang menjadi korban kecelakaan kapal di Perairan Tanjung Rhu, Johor, Malaysia, Senin (23/1/2017) lalu bertambah lagi satu orang.

Dengan demikian, lanjut Siwa, jumlah korban kapal karam dari NTT itu menjadi empat orang. Sebelumnya tiga korban diidentifikasi, yakni Lambertus Luan asal Dusun Aihun, Desa Bakus Tulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu dan Maria Yuliana Reku serta Marlinda Sere, keduanya asal Desa Jegharangga, Kecamatan Nangapenda, Kabupaten Ende.

“Tadi kita baru saja mendapat informasi adanya satu korban asal NTT yakni Zakarias Suri asal Desa Lipamali, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka. Identitas itu diketahui di Rumah Sakit Bhayangkara Batam,” kata Siwa kepada Kompas.com, Senin (30/1/2016) malam.

Berdasarkan informasi terbaru dari dari BP3TKI Tanjung Pinang, lanjut Siwa, bahwa proses pemulangan jenazah ditunda pada Rabu (1/2/2017) besok, atas permintaan keluarga Zakarias.

“Nanti setelah jenazah tiba di Kupang, maka kami akan fasilitasi pemulangan jenazah hingga kampung halamannya di Kabupaten Malaka,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah kapal yang membawa WNI untuk masuk ke Malaysia secara ilegal karam di wilayah perairan Tanjung Rhu, Mersing, Johor, pada 23 Januari 2017.

Konsulat Jenderal RI Johor Baru memperoleh informasi musibah itu pada Senin (23/1/2017). Kapal tersebut pertama kali ditemukan masyarakat di sekitar pantai pada pukul 09.17 waktu setempat.

 

Penulis  : Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Editor     : Farid Assifa, Athen
Sumber : Kompas.com
Baca Juga :  Andre Koreh Ungkap Rahasia Pertemuan dengan Duta Besar Belanda di Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here