MORAL-POLITIK.COM : Jelang debat terbuka Pilkada DKI Jakarta, ada kandidat calon gubernur dan wakil gubernur memilih “nyepi”.

Seperti halnya pasangan calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, memilih ‘menyepi’ alias tidak berkampanye ataupun blusukan jelang debat terbuka yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta besok, Jumat (13/1/2017).

Dalam agenda kegiatan yang diterima CNNindonesia.com, baik Agus maupun Sylvi tidak memiliki agenda bertemu dengan warga. Agenda keduanya kompak bertuliskan “internal”.

Bukan kali pertama bagi Agus dan Sylvi memiliki agenda internal. Namun agenda internal mereka kali ini menjadi perhatian lantaran terjadi sehari jelang debat terbuka.

Belakangan ini Agus dan Sylvi kerap digempur pertanyaan soal persiapan menghadapi debat terbuka yang diadakan oleh KPU DKI besok. Pasalnya, debat terbuka itu merupakan debat pertama yang akan dihadiri oleh pasangan ini karena pada debat-debat ‘tak resmi’ sebelumnya mereka tak pernah hadir.

Debat resmi yang dimaksud adalah debat yang bukan diadakan oleh KPU DKI, seperti yang diadakan NET TV dan Kompas TV. Dalam dua debat tersebut hanya pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno hadir memenuhi undangan.

Saat itu, baik Agus maupun Sylvi berdalih, agenda yang mereka miliki sudah padat dan keduanya memilih bertemu dengan warga yang sudah menanti ketimbang harus ikut dalam debat ‘tak resmi’.

“Saya tak hadir, saya memilih menyibukkan diri bersama rakyat dan mendengat langsung aspirasi mereka,” kata Agus, Kamis (15/12).

Pun demikian dengan Sylvi, dia mengatakan bahwa agendanya begitu padat sehingga tak ada slot untuk memasukkan agenda debat di media. Namun, sedikit berbeda dengan Agus, Sylvi mengakui bahwa pihaknya merugi atas keputusan tak ikut serta dalam gelaran debat media tersebut.

Baca Juga :  Dewi Soekarno Mengaku Pernah Dilamar 2 Juta Orang Kaya Amerika Sebelum Dinikahi Soekarno

Hanya saja, Agus dan Sylvi selalu kompak menggunakan dalih bahwa debat yang diselenggarakan media massa bukanlah sesuatu yang wajib mereka hadiri. Debat yang wajib mereka hadiri adalah debat yang diselenggarakan oleh KPU DKI Jakarta dan itu selalu digunakan sebagai alasan kenapa mereka tak pernah hadir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here