MORAL-POLITIK.COM : Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan blak-blakan menceritakan perihal kedatangannya ke markas Front Pembela Islam (FPI) pada Minggu (1/1/2017).

Saat berdiskusi dengan redaksi merdeka.com, Selasa (3/1), Anies menceritakan, kehadirannya di markas FPI di Petamburan atas undangan diskusi yang diselenggarakan ormas keagamaan pimpinan Habib Rizieq.

“Saya menempatkan semua sama. Warga Jakarta berhak mendapatkan kesempatan berdialog dengan calon gubernurnya,” ujar Anies sambil tersenyum.

Temanya tentang pemikiran-pemikiran agama. Anies terkejut dengan diskusi yang diselenggarakan itu. Salah satunya karena paper diskusi yang disiapkan. Paper yang diyakini Anies dibuat dengan serius dan tidak main-main. Bahkan seperti bahan akademis yang dibuat oleh doktor atau profesor. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini terkesan karena diskusi itu sangat serius.

anies1

 

“Pembicaranya doktor dan profesor. Saya lihat papernya ini berat bener (bahan diskusinya). Saya kagum. Saya melihat ada 13 halaman dengan 6 catatan kaki. Kalau Anda seorang akademisi dan membuat paper 13 halaman dengan 6 halaman catatan kaki, Anda sedang menyampaikan pada audiens ada bahwa yang saya kutip punya referensi. Tidak ada hal yang ditulis tanpa dasar. Dahsyat, serius. Tidak ada spekulatif dimasukkan” kata Anies takjub.

Diskusi pun dimulai. Anies dihadapkan pada tiga pembicara bergelar profesor dan doktor. Dia dicecar sejumlah pertanyaan.

Baca Juga :  Ramuan tradisional terpercaya atasi sejumlah penyakit Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here