MORAL-POLITIK.COM : Mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni mengaku ditanyai penyidik Bareskrim Polri soal pembangunan Masjid Al-Fauz di kompleks Pemkot Jakpus.

Tapi Sylviana mengaku tak tahu detail pelaksanaan karena tengah mengikuti pendidikan di Lemhannas.

“Yang jelas, ini pertanyaannya saya sebagai saksi dalam pembangunan masjid Wali Kota Jakarta Pusat. Saya ditanyai bagaimana proses pembangunan masjid,” ujar Sylviana kepada wartawan usai diperiksa di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri di gedung Ombudsman, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (30/1/2017).

Sylviana menyebut Masjid Al-Fauz memang dibangun pada tahun 2010. Namun saat itu dirinya ditugaskan mengikuti pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

“Mulai tanggal 26 Januari sampai 29 September 2010 atau dengan kata lain selama 9 bulan saya ditugaskan mengikuti pendidikan Lemhannas,” sambungnya.

Soal teknis pembangunan masjid, Sylviana menyebut ada unit-unit pelaksana yang memiliki tugas memastikan proyek berjalan sesuai dengan rancangan. Sylviana mengaku mengetahui awal pengajuan, namun tak tahu detail teknis pelaksanaan.

“Artinya, saya di awal itu pengajuannya iya, tetapi pelaksanaannya, yang dipertanyakan pelaksanaannya, kan? Teknisnya pada saat itu saya sedang Lemhannas,” ujarnya.

Pembangunan masjid di lingkungan Pemprov DKI, termasuk di Pemkot Jakpus, menurut Sylviana, merupakan kebijakan dari para gubernur. Saat Masjid Al-Fauz dibangun, Gubernur DKI dijabat oleh Fauzi Bowo (Foke).

Baca Juga :  Mengapa Kuasa Hukum BW Siap Bantu Pimpinan KPK Lainnya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

29 − 26 =