Patung St. Yohanes Paulus II di kompleks Lepo Bispu atau Rumah Penginapan Uskup di Jalan Wairklau, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. Gambar diambil pada Minggu (29/1/2017) pagi. (foto: angga lispro/moral-politik.com)

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Kota Maumere, ibukota Kabupaten Sikka menyimpan banyak alkisah sejarah dan sosial budaya dunia.

Kota yang dahulu kala dijuluki “Kota Debu” ini pernah dikunjungi oleh Paus Yohanes Paulus II.

Sebagai pengingat bagi masyarakat di Sikka pada khususnya, dibuatlah sebuah patung Paus Yohanes Paulus II.

Patung Paus Yohanes Paulus II ini diberkati oleh Uskup Maumere Mgr. Gerulfus Kerubim Pareira, SVD pada Sabtu, 22 November 2014 yang lalu.

Dahulu, sebelum Sri Paus Yohanes Paulus II ke Maumere, ia menyinggahi Jakarta, Jogjakarta, Dili sekarang Timor Leste, dan Medan. Paus berada di Indonesia dari tanggal 8-12 Oktober 1989.

foto: angga lispro/moral-politik.com

 

Adapun kegiatan Sri Paus di Kabupaten Sikka yaitu meresmikan gedung SMAK Yohanes Paulus Maumere, Patung Kristus Raja, dan memimpin misa perdana di Lapangan Gelora Samador yang dihadiri seluruh umat Katolik yang berada di Kabupaten Sikka dan yang datang khusus dari berbagai provinsi serta sejumlah negara.

Usai melaksanakan agenda kegiatan tersebut, pemimpin Vatikan ini beristirahat satu malam di Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret, Kecamatan Nita.

 

Penulis : Angga Lispro
Baca Juga :  "May Day" Bagi Buruh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here