Home / Gaya Hidup / Depok : Terjadi 3700 kasus perceraian selama 2016

Depok : Terjadi 3700 kasus perceraian selama 2016

Ilustrasi perceraian. (ist)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM : Angka perceraian di Kota Depok, Jawa Barat cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2016 tercatat 3700 kasus perceraian terjadi di Kota Depok. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2015 sebanyak 2900 kasus.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok Chalik Mawardi mengatakan penyebab utama perceraian dikarenakan efek dari teknologi diantaranya penggunaan media sosial yang rawan memicu perselingkuhan. Selain itu, faktor ekonomi dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) juga menjadi pemicu penyebab perceraian.

“Angka ini terbilang melonjak tajam. Kami berupaya mengatasinya dengan memberikan pembinaan terhadap calon-calon pengantin. Pembinaan ini penting untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah. Juga mengurangi angka perselisihan, perceraian, dan kekerasan dalam rumah tangga,” ujar Chalik Mawardi di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/1).

Para calon pengantin ini akan dibekali pengetahuan mengenai fiqih atau hukum pernikahan, konsekuensi membangun rumah tangga dan pengetahuan tentang rumah tangga lainnya. Selain itu, kata Chalik, masing-masing pasangan calon pengantin juga diberikan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

“Pembinaan ini juga sebagai bekal pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan kepada calon pengantin tentang kehidupan rumah tangga,” tutur Chalik.

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna merasa prihatin dengan maraknya kasus perceraian di Depok. Pradi meminta warganya untuk lebih arif dalam memfilter setiap informasi yang beredar di media sosial dan dapat lebih bijak menggunakan media sosial.

“Pada era digital saat ini, fenomena media sosial menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya perceraian. Untuk itu ada baiknya harus ada filter dari diri sendiri untuk kebaikan,” ujar Pradi.

Pradi juga berpesan agar setiap warga Depok juga mampu memilah tayangan televisi yang positif dan negatif. Misalnya tayangan infotaintment yang dinilai juga punya andil dalam memberikan pengaruh buruk yang dapat memicu terjadinya perceraian.

Baca Juga :  Mengenakan kebaya, Hari Ini Menteri Susi 'Dikeroyok' 7 Duta Besar

“Infotaiment juga berpengaruh, hal yang baik ya dicontoh dan hal yang kurang baik di infotaintment jangan ditiru. Jadi filternya itu ya ada di diri kita sendiri,” tutur Pradi.

 

Penulis  : Hari Wiro/CAH
Editor     : Athen
Sumber : Suara Pembaruan, BeritaSatu.com

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button