(Kedua dari kiri) Daniel Tagu Dedo. (foto: semar dju/moral-politik.com)

MORAL-POLITIK.COM : Siapa saja punya hak maju dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) baik di tingkat provinsi, kabupaten ataupun kota.

Sama seperti mantan Direktur Utama Bank NTT Daniel Tagu Dedo alias Dimu, yang sudah setahun terakhir ini mencoba mencuri simpati masyarakat dengan berbagai cara.

Kemarin, Kamis (19/1/2017) Dimu beranjangsana bersama belasan warga masyarakat Kelurahan Nunhila, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rupanya sedang berupaya untuk memberi dukungan kepada kandidat kuat calon Gubernur NTT pada tahun 2018 mendatang.

Frans Riwu, salah satu warga Nunhila dalam acara dialog di Pantai Wisata Batu Kepala Nunhila, Kamis (19/1/2017) sejak pukul 17.00-21.00 WITA dan diamini oleh puluhan warga yang hadir, tanpa basa-basi dan tak tanggung- tanggung menyatakan pilihan mereka jatuh pada Dimu untuk di usung sebagai Bakal Calon Gubernur NTT dengan menggunakan kendaraan politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP); partai besutan Megawati Soekarnoputri itu.

Dalam angan pikir mereka, Dimu adalah sosok yang tepat untuk memberangus darurat kemiskinan dan keterbelakangan masyarakat NTT yang cenderung berlarut-larut itu.

Bahkan Frans Riwu menambahkan bahwa Dimu mempunyai mimpi yang luar biasa untuk memberantas darurat kemiskinan di NTT yang masih berlarut-larut ini.

Kemudian dari segi pandang, tambahnya, sosok Dimu sangat mampu jika di bandingkan dengan yang lainnya untuk menangani persoalan kemiskinan dan lain-lainnya di NTT.

Ia juga menyatakan, Daniel Tagu Dedo layak di dorong menuju kursi NTT I karena dinilai sebagai yang berkemampuan tinggi, berintegritas dan memiliki jiwa dan semangat kepemimpinan, yang nantinya dapat membawa perubahan Eko Wisata dan Darurat Kemiskinan.

Senada, Dominggus Ufi menambahkan, pilihan dia bersama keluarganya untuk mendorong Daniel Tagu Dedo untuk maju sebagai Calon Gubernur NTT, karena NTT membutuhkan pemimpin yang profesional handal untuk mengelolah sumber daya NTT dan merubah pola pikir dari kemiskinan ke kemajuan.

Baca Juga :  Pemkot Kupang Akan Bangun Pos Pelayanan di Semua Kelurahan

“Hanya Daniel Tagu Dedo yang mempunyai pandangan soal NTT yang baik ke depannya,” tegasnya retorik.

Ia menambahkan, daerah ini membutuhkan pemimpin yang profesional, handal mengelolah sumber daya masyarakat NTT yang luar biasa. Tagu Dedo pun merupakan salah satu figur yang handal dan mampu memimpin sekaligus membawa perubahan di Bank NTT dengan sejumlah pencapain prestasi besar dan fenomenal.

????????????????????????????????????

Selain memberikan dukungan kepada Tagu Dedo, warga Nunhila meminta kepada Calon Gubernur ini untuk memperhatikan persoalan kemiskinan, Eko Wisata, Lapangan Kerja dan masalah orang kurang waras alias Gila yang sedang berkeliaran di daerah ini.

Menurut warga, persoalan orang gila adalah masalah di depan mata yang dilihat oleh pejabat kita setiap saat k,etika berada dalam mobil, tapi tidak pernah diperhatikan. Padahal para pejabat itu sudah di gaji oleh negara tapi acuh dengan kemirisan yang terjaddi, dan mereka pun lebih memperhatikan monyet di Tenau dari pada orang gila yang berkeliaran di sepanjang ruas jalan Kota Kupang sebagai Kota Kasih, dan Kota Flamboyan itu..

Padahal pemerintah Kota maupun provinsi sudah pernah membangun rumah sakit jiwa, tapi sampai saat ini tidak berfungsi sama sekali. Pembangunan rumah sakit jiwa itu perlu menjadi pertanyaan besar, ada apa sehingga tak di dayagunakan?

Menanggapi hal tersebut Dimu menyampaikan terima kasih atas apresiasi terhadap dirinya.

Dimu menyatakan, soal masalah kemiskinan sebenarnya itu masalah sederhana untu ditangani. Bagi dia, Kepala daerah harus bisa menciptakan lapangan kerja.

Kemudian, tambahnya, bagaimana perhatian pemerintah kepada masyarakat supaya jangan ada yang pergi menjadi TKW/TKI ke Malaysia. Solusinya adalah membangun lapangan kerja yang nyata.

????????????????????????????????????

“Ketika saya menjadi gubernur, ke depan persoalan kemiskinan akan kurang, yaitu membuka pabrik garam, membuat air laut menjadi air tawar, Eko Wisata dalam laut, dan lain sebagainya. Ini semua hanyalah masalah sederhana, yang penting mempunyai keinginan untuk mendorong masyarakat membuka lapangan pekerjaan, supaya masyarakat jangan pergi menjadi TKI/TKW,” pungkas Dimu.

Baca Juga :  1 korban DBD, Pemkot Kupang mulai berbenah

“Pak Daniel ini punya jasa terhadap berdirinya Partai Demokrasi Indonesia (PDI), karena dulu ayahnya Ketua PDI yang pertama kali di NTT bersama dengan Bung Kanis,” kata Mirna, salah satu warga usai acara dialog tersebut.

 

Penulis : Tim/SR

 

 

 

 

 

 

Warga di Minta Waspada Memilih Calon Kepala Daerah Punya Utang 75 Juta
Foto:
Moralpolitik.comn – Diduga salah satu calon kepala daerah di NTT mempunyai utang 75 Juta, dan warga diminta waspada pilih bakacalon yang tipu – tipu.
Informasi dari sumber terpercaya moralpolitik. com, ada salah satu bakacalon kepala daerah di Nusa Tenggara Timur yang tidak boleh dipublikasikan namanya mempunyai utang pada lima tahun yang lalu.
Sampai saat ini dia (Red) belum membayar utang tersebut kepada saya, dan saya bersama dia ada surat kesepakatan di atas matrei 6000, dia hanya janji, dan dia belum bayar ke saya sebesar 75 juta, “kata Sumber terpercaya Moralpolitik.com Kamis (19/1/2016) dikupang.
Menurutnya, saya minta kepada warga, agar mewaspadai pilih calon kepala daerah yang punya hutang dan yang suka tipu – menipu, ketika kita salah pilih kepala daerah maka kedepan akan tipu terus, “tegas dia dengan nada kesal.
Sementara calon kepala daerah yang masih rahasiakan namanya ketika dihubungi berulang kali melalui telpon genggamannya nomer selalu sibuk, bahkan dikunjungi berulang kali ke tempat kediamannya belum bisa di temui dengan alasan masih sibuk, “kata anak buah kepercayaannya berdasarkan kutipan perkataan Sumber. (Tim/sr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 + 5 =