MORAL-POLITIK.COM : Front Pembela Islam (FPI) terus mendapat sorotan, kini datang dari provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) NTT melaporkan pimpinan FPI ke Polda NTT.

Sekretaris BaraJP NTT Hildebertus Selly kepada wartawan usai melaporkan ke SPKT Polda NTT, Sabtu (21/1/ 2017) mengatakan, kami melaporkan FPI terkait Bendera Merah Puti yang di tulis dengan huruf Bahasa Arab di dalam bendera itu.

Menurut Selly, pihaknya melaporkan FPI karena diduga merusak lambang negara, karena FPI menuliskan Bahasa Arab di dalam Bendera Merah Putih, yuang adalah salah satu simbol negara.

Setelah FPI menulis Bahasa Arab di dalam bendera itu lalu memajangnya di depan Mabes Polri. “Kita sebagai warga negara Indonesia melaporkan FPI ke Polda NTT dengan nomor LP: LP/B/21/1/2017/SPKT Polda NTT,” tambahnya.

Atas tulisan tersebut, Selly merasa tersinggung. Menurutnya, negara Indonesia adalah negara hukum sehingga kami dari BaraJP NTT meloprkan untuk mendukung kinerja aparat kepolisian di NKRI.

Pantauan media ini, yang melaporkan FPI ke Polda NTT di antaranya Yogi Bubu sebagai Wakil Ketua DPD, Hilde Bertus Selly sebagai Sekretaris DPD, Florianus N Sambi Dede di Bidang Advokasi, serta Venus Koten dan Gilbert Baoun.

Kepala Hubungan Masyarakat Polda NTT AKBP. Abraham Jules Abast ketika di hubungi melalui telepon genggamnya menyatakan dirinya belum mendapatkan laporan tersebut. Kalau telah mendapatkan laporan itu, kita akan lihat permasalahannya apa, baru bisa memberikan informasi kepada media.

 

Penulis : Semar Dju

 

 

Baca Juga :  Jhoni Bire segera ganti LPJ di Jalan El Tari...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here