MORAL-POLITIK.COM : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap terkait mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten.

Dalam mengusut kasus ini, penyidik KPK memeriksa sebanyak 36 orang di Polres Klaten, Jumat (6/1/2017).

Jubir KPK Febri Diansyah mengungkapkan puluhan saksi ini terdiri dari beragam kalangan yang diduga mengetahui dugaan suap yang menjerat Bupati Klaten, Sri Hartini. Selain pihak swasta, terdapat juga saksi yang berprofesi sebagai Kepala Sekolah Dasar, staf kecamatan hingga pejabat tinggi di lingkungan Pemkab Klaten.

“Unsurnya pejabat daerah dari berbagai level, ada PNS dan swasta, ada Kepala Sekolah SD dan Staf Kecamatan,” kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/1).

Febri menyatakan, pemeriksaan ini untuk mendalami kasus yang juga telah menjerat Kasie SMP Disdik Klaten, Suramlan. Meski demikian, Febri enggan membeberkan mengenai identitas puluhan saksi yang diperiksa ini. Termasuk mengenai peran mereka dalam kasus perdagangan jabatan di Klaten.

“Tentu diklarifikasi peran masing-masing saksi apakah pernah dimintai uang oleh pihak-pihak tertentu di Klaten atau ada perantara atau pernah memberikan atau ada komunikasi lain itu yang jadi proses pemeriksaan,” katanya.

Febri menegaskan, pihaknya akan terus mengusut kasus ini, termasuk mendalami keterlibatan pihak lain. Menurut Febri, dengan uang Rp 2 miliar yang disita saat menangkap Hartini pada Jumat (30/12), dan uang sebesar Rp 3,2 miliar yang disita saat menggeledah rumah Hartini, diduga kuat terdapat pihak penerima maupun pihak pemberi lain terkait jual beli jabatan di Klaten. Apalagi, KPK telah menyita catatan keuangan saat penggeledahan beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Terkait Kasus BW, Bareskrim cecar Bupati Kobar 75 Pertanyaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here