MORAL-POLITIK.COM : Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki tahapan Debat Kandidat.

Debat kandidat Calon Walikota-Wakil Walikota Kupang 2017-2022 diikuti dua pasangan, yaitu pasangan Jefri Riwu Kore-Hermanus Man, paket FIRMANMU, dan pasangan Jonas Salean-Nikolaus Frans, paket SAHABAT.

Debat kedua pasangan kandidat ini di laksanakan oleh Komisi Pemilihan  Umum (KPU) Kota Kupang, Selasa (17/1/2017) mulai pukul 18.00 WITA.

Bertindak selaku moderator adalah Penyiar TVRI Kupang Ina Djara.

Pada kesempatan sesi pertama ketika FIRMANMU diberikan kesempatan untuk memaparkan visi misi dan program kerja serta alasan yang mendasari untuk lima tahun ke depan, Jefri yang tampil beda dari penampilan-penampilan sebelumnya menuturkan, laju pertumbuhan penduduk Kota Kupang tahun 2013 sebanyak 300 ribu orang, sekarang meningkat tajam menjadi 520-an ribu lebih. Peningkatan jumlah penduduk ini kalau tidak diantisipasi akan menjadi problem bagi kita semua.

Apalagi banyak persoalan-persoalan Kota yang belum kita selesaikan sampai saat ini. Masalah pendidikan, kita masih tertinggal jauh dengan kabupaten lain. Ambil contoh, kita kalah bersaing dengan Rote atau Sabu. Ujian SLTP kita urutan 18 dari 21 kabupaten/kota di NTT.

Apa yang kita harapkan kalau kualitas pendidikan kita berada di level rendah?

Masalah lain, guru misalnya, penempatan guru yang tidak profesional, juga masalah infrastruktur pendidikan, sekolah-sekolah yang tidak memadai, kemudian juga masalah-masalah lain yang sangat berkaitan dengan pendidikan.

Yang lebih memprihatinkan, dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, hanya Kota Kupang yang menolak Pemberian Indonesia Pintar (PIP) dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal dan cenderung membodohi masyarakat.

Baca Juga :  Mahasiswa PGRI kembali geruduk Kantor Gubernur NTT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

99 − 96 =