MORAL-POLITIK.COM :  Presiden Joko Widodo alias Jokowi telah banyak berbuat di masa kepemimpinannya, akan tetapi masih ada hal berat yang harus menjadi perhatian utamanya.

Presiden Jokowi menuturkan tantangan terberat perekonomian untuk sekarang adalah terkait dengan kesenjangan yang terjadi antara orang kaya dan miskin. Bila ini tidak bisa diselesaikan, maka akan terasa percuma ekonomi Indonesia bisa tumbuh tinggi.

“Tantangan terberat adalah kesenjangan, antara kaya dan miskin, kemudian antar wilayah itu juga adalah tantangan berat,” ungkap Jokowi dalam HUT ke 44 PDI Perjuangan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Pada 2014, angka gini rasio mencapai level 0,41. Kemudian perlahan diturunkan menjadi 0,39 pada 2016. Jokowi menyebutkan realisasi tersebut walaupun sedikit masih lebih baik dibandingkan banyak negara lain.

“Dalam dua tahun menjadi 0,39. Beda sedikit tetapi turun, itu yang patut disyukuri. Tetapi dibandingkan dengan negara lain China, Filipina, dan Malaysia, angka kita lebih baik,” jelasnya.

Di samping itu, adalah tantangan untuk menurunkan kemiskinan dan mengurangi pengangguran. Data terakhir menyebutkan bahwa terjadi penurunan sebanyak 0,31%. “Meskipun turun sedikit ini adalah sebuah prestasi yang perlu disampaikan. Karena pada negara lain itu angkanya naik,” tegas Jokowi.

Jokowi mengusung ekonomi berbasis Pancasila dalam menjalankan program dan kegiatan. Ini artinya ekonomi tidak hanya mengacu pada sisi pertumbuhan, melainkan juga pemerataan ekonomi.

“Intinya adalah ekonomi yang berkeadilan, ekonomi yang ada pemerataannya. Karena percuma ekonomi tinggi apabila tidak merata dan dinikmati oleh segelintir orang. Oleh sebab itu kebjakan yang diambil membangun dari pinggiran pulau terdepan dan desa. Menurut saya itulah ekonomi Pancasila yang sekarang terus kita mulai agar kesenjangan dan pemerataan bisa tercapai,” pungkasnya.

Baca Juga :  Belum Seminggu, 13 Terduga Kelompok Bahrun Naim Ditangkap Densus 88, Dunia Bengong!

 

Penulis  : Bagus Prihantoro Nugroho
Editor     : Erny
Sumber : Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here