MORAL-POLITIK.COM : Dari total 85 ribu siswa sekolah dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), maupun sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Kupang, hanya sebanyak 10 persen lebih yang layak mendapat bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP).

Sedangkan sisanya boleh kategorikan orang mampu yang tidak termasuk dalam kriteria yang tertera dalam Pentunjuk Teknis (Juknis) PIP dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang Jerhans Ledoh kepada moral-politik.com di Kota Kupang, Senin (23/1/2017) siang.

Pemerintah Kota Kupang, katanya, di tahun 2017 lewat usulan sekolah, dapat alokasi sebanyak 18 ribu penerima PIP dari Kemendikbud, dan nama-nama yang menerima PIP berdasarkan usulan sekolah telah mencairkan dana tersebut untuk kepentingan pendidikan mereka.

“Namun yang menjadi perhatian dari pemerintah adalah penerima PIP yang diusulkan pemangku kepentingan, apakah nama-nama yang tertera sudah di verifikasi sesuai kriteria atau tidak, dirinya mengaku tidak tahu,” jelasnya lebih detail.

Ia menambahkan, namun karena kementerian sudah mengeluarkan SK beserta lampirannya soal penerima PIP, pihak sekolah akan kembali melakukan verifikasi sesuai juknis karena pihak Kementerian Pendidikan Kebudayan lewat Dirjen Pendidikan Dasar dan Menegah telah mengeluarkan surat dengan Nomor: 349/D/KU/2017 soal Penyaluran PIP.

Baca Juga :  Buron 5 bulan, Nelayan NTT pemerkosa Siswi SMA dibekuk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here