MORAL-POLITIK.COM : Kontroversi terkait kedatangan Ketua FPI, Rizieq Shiab ke Lombok, NTB dalam rangka Tabigh Akbar yang bertemakan Spirit 212 terus bergolak.

Berbagai pendapat muncul dari beberapa kalangan. Ada yang menolak dan ada pula yang mendukung kedatangan Pemimpin tertinggi Front Pembela Islam tersebut.

Terkait hal itu, Kapolda NTB Brigjen Pol Drs Umar Septono, Kamis (19/1) menyatakan bahwa pihaknya tidak punya hak untuk melarang dan menolak pelayanan penerbitan Izin keramaian acara Tabiligh Akbar tersebut asal panita juga harus memenuhi syarat dan komitmen tentang aturan mengadakan acara dengan melibatkan massa yang besar itu.

“Insyaallah bisa diterbitkan. Nanti kan ada penilaian terhadap panitia, dibuatkan komitmen dan aturannya juga harus diikuti,” ungkap Kapolda NTB yang dikenal bijak ini saat ditemui media usai solat dzuhur di masjid Baitussalam Polda NTB.

Dia juga menekankan, bahwa acara ibadah sepantasnya harus didukung karena hal tersbut merupkan bagian dari perbuatan baik.

“Namanya orang mau Tabligh, semua punya hak melaksanakan itu. Yang punya tempat juga sudah mengijinkan, sudah ada rekomendasinya,” lanjut Umar Septono.

Mengenai keamanan, Kapolda NTB menyatakan pihaknya telah siap untuk mengamakan acara. Dia juga berharap Tabligh Akabar ini benar benar bertujuan ibadah.

“Surat rekomendasinya baru masuk. Kita harapakan acaranya benar benar dalam rangka ibadah. Pengamanan juga sudah siap,” katanya.

Acara Tabligh Akbar dan penggalangan dana untuk korban banjir Bima itu rencana akan digelar di Praya, Lombok Tengah setelah mendapat restu dari Bupati Lombok Tengah sebagai tuan rumah acara pada 29 Januari 2017 mendatang.

 

Penulis  : MH
Editor     : Athen
Sumber : Kicknews.toda
Baca Juga :  Anies sindir Rapor Kinerja Pemprov DKI Merah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here