Home / News NTT / Klaim Dukung Polemik PIP, BaraJP: William Koba minta maaf !

Klaim Dukung Polemik PIP, BaraJP: William Koba minta maaf !

Ilustrasi. (metroterkini.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM : DPD BaraJP NTT secara organisasi tidak mengakui keterlibatan BaraJP NTT dalam Sekber Relawan Jokowi untuk polemik Penyaluran Dana PIP yang terjadi Kota Kupang.

Apalagi BaraJP diklaim mendukung pihak tertentu soal polemik yang terjadi saat ini.

“BaraJP melalui visi dan misi serta tujuan perjuangan jelas yang termaksud dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tanga yakni memperjuangan kepentingan rakyat, bangsa dan negara Indonesia yang menjunjungi tinggi nilai kebenaran dan kejujuran. Benar sesuai dengan aturan dan juga jujur terhadap setiap keadaan apapun.
BaraJP NTT dalam setiap kesempatan jika ada masalah yang terjadi pada rakyat, selalu didahulukan dengan advokasi dan investigasi yang tersistematis baru bisa menyimpulkan dan menentukan sikap secara organisasi. Mekanisme inilah yang kami jalankan dalam organisasi sesuai amanat AD/ART, sebab sebagai relawan Jokowi, BaraJP NTT tentunya mendukung semua program-program Bapak Jokowi, jika terjadi persoalan, maka kami akan menentang segala kebijakan yang tidak pro rakyat berdasarkan regulasi yang berlaku,” kata Wakil Ketua DPD BaraJP NTT Yogi Bubu dalam Konferensi Pers yang diselenggarakan di Sekretariat BaraJP, Selasa (10/1/2017) siang.

Didampingi Sekretaris DPD BaraJP NTT, dan sejumlah pengurus, Yogi mengaku benar William Koba selaku Ketua DPD BaraJP NTT. Tapi sikap yang diambil ketua tersebut dengan tim sukses dari salah satu kandidat calon walikota untuk bergabung dengan Sekber Relawan Jokowi tersebut adalah sikap pribadi, bukan organisasi. Sebab di dalam organisasi ada mekanismenya berdasarkan AD/ART serta peraturan organisasi yang disepakati bersama dalam forum rapat Dewan Pengurus Daerah BaraJP NTT.

Terkait persoalan klaim dari pihak tertentu soal keberpihakan BaraJP, Yogi mengaku, William Koba sebagai ketua segera melakukan permintaan maaf kepada seluruh pengurus DPD BaraJP NTT, sebab telah melanggar kedisiplinan dan etika organisasi serta telah menyalahgunakan kewenangan sebagai ketua BaraJP untuk kepentingan tertentu, dan seluruh pengurus meminta waktu 1 kali 24 jam untuk segera melakukan permintaan maaf atas kesalahan yang telah dibuat.

Baca Juga :  PKPI Sikka prioritaskan kadernya bertarung di Pilkada

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button