MORAL-POLITIK.COM : Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah di pecah menjadi tiga daerah otonom, yaitu Manggarai itu sendiri dengan ibukotanya Ruteng, Manggarai Barat dengan ibukotanya Labuhan Bajo, dan Manggarai Timur dengan ibukotanya Borong. Ketiga kabupaten di Manggarai ini sering diucap sebagai “Manggarai Raya”.

Kendati telah otonom jadi tiga kabupaten namun budayanya tetap satu, bahasanya sedikit berbeda antarkecamatan satu dengan lainnya.

Gotong-royong merupakan budaya sudah melekat di seantero masyarakat nusantara. Menurut Soekarno, gotong-royong merupakan prinsip ekasila setelah nilai dasar Pancasila dipesar menjadi satu.

Gotong-royong adalah nilai yang harus melekat dan dijunjung oleh setiap anak bangsa dan generasi yang mendiami bumi pertiwi, Indonesia. Sebab, melalui gotong-royong setiap kesusahan dan hambatan akan mudah dihadapi. Gotong-royong itu seperti sebuah tangan pendek yang membutuhkan tangan-tangan lain dalam mengangkat satu batang pohon besar dalam mendirikan sebuah bangunan bersama.

Oleh karenanya, nilai gotong-royong perlu dihadirkan dalam setiap dimensi kehidupan manusia. Dalam dunia politik, ekonomi, sosial dan budaya perlu ada gotong-royong. Dalam politik, kita butuh demokrasi gotong-royong; dalam ekonomi kita perlu koperasi; dalam sosial-budaya kita harus toleransi dan saling menghormati. Semua itu adalah manisfestasi dari nilai-nilai gotong royong.

SONY DSC
Foto: benyaminlakitan.files.wordpress.com

 

Artinya, manusia Indonesia perlu hadir dan saling membantu dalam menghadapi setiap persoalan dalam berbagai dimensi tersebut di atas. Tak ada satu pun manusia dapat hidup sendiri tanpa membutuhkan uluran tangan orang lain. Bukankah sejak lahir, manusia membutuhkan tangan dan bantuan orang lain? Bukankah dalam persoalan makan dan minum pun kita butuh keahlihan dan ketangkasan orang lain juga?

Nah, masuk dalam persoalan seputar makan, ada persoalan nilai dan budaya gotong-royong yang mengitari meja makan. Yang mau dibahas di sini bukanlah soal kompleksitas atas ramuan, bumbu, minyak dan lain sebagainya dalam memasak, tetapi satu budaya khas suatu masyarakat dalam menyediakan daging untuk dihidangkan di meja makan. Salah satunya adalah budaya julu di Manggarai, Flores, NTT.

Baca Juga :  Ini kuburan Kaisar Suku Inca 500 tahun SM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here