MORAL-POLITIK.COM : Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahja Purnama (Ahok) akan kembali dari masa cutinya pada 11 Februari 2017 mendatang.

Meski begitu, apakah Ahok akan kembali aktif menjadi gubernur masih belum pasti.

Hal ini menyusul karena sidang dugaan penistaan yang melanda Ahok kemungkinan masih belum selesai saat masa cutinya habis.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan masa depan Ahok sebagai Gubernur DKI masih menunggu tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Jika tuntutannya tak lebih dari 5 tahun, Ahok bisa kembali ‘ngantor’ di Balai Kota DKI.

“Kami menunggu tuntutan Jaksa, karena masih ada dua (kemungkinan) yang di bawah lima tahun dan yang lima tahun. Kalau diputuskan lima tahun, begitu selesai Pilkada, sidang masih berlangsung ya nonaktif. Tapi kalau tuntutannya di bawah lima tahun ya dia tetap menjabat sampai final (selesai masa kepemimpinan),” kata Tjahjo’

Hal tersebut disampaikannya usai rapat dengan Menhan Ryamizard Ryacudu di Gedung Kementerian Pertahanan, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (12/1/2017).

“Kalau diputuskan bersalah ya dia berhenti, kalau diputuskan tidak (bersalah) ya dikembalikan lagi (posisinya sebagai gubernur),” lanjut Tjahjo.

Saat ditanya mengapa belakangan Kemendagri terkesan ‘kalem’ atas posisi Ahok ini, Tjahjo mengatakan itu karena calon petahana tersebut masih dalam masa cuti kampanye Pilgub DKI 2017. Nantinya jika Ahok ditahan maka Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat yang akan memimpin Jakarta hingga gubernur baru dilantik pada bulan Oktober 2017.

“Kenapa sekarang kami diam, (karena) cuti. Kalau dia ditahan, ya otomatis kami ganti. Supaya pemerintahan tetap berjalan, wakilnya (Djarot) naik,” tuturnya.

“Plt Gubernurnya ya Wagub (Djarot). Sekarang ini Pak Ahok cuti dengan keputusan Mendagri, kami menunjuk Plt karena gubernur dan wakil gubernurnya ikut Pilkada kampanye sampai kapan, ya sampai selesainya kampanye, sampai 15 Februari. Setelah tanggal 15 Februari baru nanti bagaimana tuntutannya jaksa nanti di pengadilan,” lanjut Tjahjo.

Baca Juga :  Suami polisikan isteri, karena tak 'melayani' lebih sungguh

Dalam masa kampanye Pilgub DKI 2017, Ahok masih harus disibukkan dengan persidangan kasus dugaan penistaan agama. Ahok dijerat pasal 156a dengan ancaman penjara selama 5 tahun.

Penulis  : Gibran Maulana Ibrahim
Editor     : Erny
Sumber : Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

81 + = 91