MORAL-POLITIK.COM : Bola panas mulai berguncang di tengah masyarakat Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat moral dan nurani para pemangku kepetingan di daerah ini tak tahu hendak kemana.

Hal tersebut sangat nyata tertera di sehelai spanduk dalam aksi massa yang di gelar pada Rabu (11/1/2017) kemarin, di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, dan juga di kantor Walikota Kupang.

Pantauan moral-politik.com, massa aksi menamakan diri Barisan Relawan Jokowi-Jusuf Kalla tidak puas dengan para pemangku kepentingan di wilayah Kota Kupang yang sampai sekarang Beasiswa Program Indonesia Pintar atau di singkat PIP belum juga di realisasikan pada siswa-siswi yang ada di Kota Kupang.

Massa aksi tersebut di pimpin Jhon Rikardo. Ia dalam orasinya mengatakan, kita perlu melawan yang tidak benar, kita bertarung melawan orang jahat.

“Jadi aksi ini Bapak-Mama harus jadi Lilin bagi mereka. Dulu kita mendukung Pak Jokowi dan pak Jusuf Kalla lebih sulit dari ini, tapi kalau kita dukung yang benar pasti akan menang!” kata Rikardo.

Dia juga menyayangkan anggaran PIP ini sudah ada di Bank tapi sebenarnya kendalanya apa sehingga tidak bisa di berikan? Sehingga kita harus berjuang agar dana tersebut bisa di cairkan pada anak-anak kita yang sangat membutuhkan demi mengemban pendidikan yang lebih baik.

Dalam aksi massa di gedung DPRD Kota Kupang, perwakilan massa di terima oleh Wakil Ketua DPRD Kota Kupang Temy Medah, yang mengatakan DPRD sudah konsultasikan dengan Kementrian jadi hasilnya sudah sah.

“Kami juga sama seperti Bapak-Mama sekalian. Kami juga tetap akan memperjuangkan dana tersebut untuk bisa di realisasikan, karena dana tersebut untuk membantu masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Pemkab Flotim Siapkan 300 Hektare untuk Dukung Swasembada Garam

Wakil Ketua Komisi IV Morits Kallena juga menyampaikan kalau hasil dari pertemuan dengan Kementrian dana tersebut sah dan tidak bermasalah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here