MORAL-POLITIK.COM : Jaman dahulu saat ibu saya masih sekolah, ada suatu urban legend di bumi perkemahan yang saya sendiri lupa namanya.

Suatu ketika ada segerombolan pramuka yang sedang camping di lokasi. Entah karena tergesa-gesa ada seorang anak yang lupa membawa bekalnya, sehingga dia hanya makan pemberian teman-temannya.

Malam yang dingin membuat anak itu kembali lapar, anak itupun mencari snack atau apapun yang bisa dimakan. Teman satu tenda pun terjaga dan mendapati sosok anak itu keluar tenda. Satu hal yang membuat anak yang terbangun itu heran, karena di dekat lokasi kemah terdapat warung yang sangat ramai. Gelak tawa bapak-bapak yang jajan di warung itu seakan-akan meriah sekali suasananya.

Anak yang lapar itu terus berjalan menghampiri warung tersebut tanpa menghiraukan teriakan teman yang terjaga tersebut.

Teriakan anak tersebut memanggil-manggil temannya, sehingga membuat anggota lain terbangun dan dalam sekejap warung tersebut lenyap dan tersisa hanya hutan yang gelap.

Anak itu pun bercerita kepada pembinanya tentang kejadian yang ia lihat. Lalu sang pembina segera membuat regu pengejar.

Matahari bersinar cerah,

suara binatang hutan sangat indah,

segerombol pramuka berbaris pulang,

ditemani duka karena kehilangan teman…

segerombol pramuka berbaris pulang,

ditemani duka karena kehilangan teman…

Baca Juga :  Puisi: Maret pun telah usang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here