Kita adalah narasi yang belum selesai

Tersembunyi di balik ingatan-ingatan gelisah yang singgah.

Contradictio in terminis

Hilang diantara pertentangan construct yang rumit.

Pikiran adalah teman seperjalanan yang gelisah

Mencari jalan pulang untuk kembali menjadi kertas.

Kita adalah huruf sederhana yang kebetulan jadi narasi.

Ingatan-ingatan lama,

Bertemu dengan esensi yang tak sempat menjadi huruf

 

*oleh
Everd Scor Rider Daniel

 

Baca Juga :  Air Mata Pegunungan (Puisi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

37 − 32 =