MORAL-POLITIK.COM : Setya Novanto selesai menjalani pemeriksaan di KPK. Dia dimintai keterangan sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP.

Novanto keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 13.35 WIB. Dia mengaku hanya diperiksa terkait jabatannya sebagai Ketua Fraksi Golkar saat proyek itu bergulir.

“Ya itu hanya klarifikasi yang berkaitan saya sebagai ketua fraksi, itu ada pimpinan komisi dua, pimpinan komisi dua tentu menyampaikan tetapi semuanya disampaikan normatif,” kata Novanto di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

Sebelumnya, Novanto tiba di KPK sekitar pukul 09.30 WIB. Ketua DPR itu mengenakan kemeja batik berwarna cokelat dan ditemani Wasekjen DPP Partai Golkar Nurul Arifin.

Sebelumnya, Novanto tidak hadir saat dipanggil penyidik KPK pada Selasa pekan lalu. Dia mengaku tengah berada di luar negeri dan meminta penjadwalan ulang. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menyebut keterangan Novanto dibutuhkan untuk mengonfirmasi pertemuan yang terjadi terkait dengan proses pengadaan e-KTP.

“Kami masih membutuhkan keterangan dari saksi Setya Novanto, Ketua DPR RI. Dari informasi yang kami terima, keterangan yang dibutuhkan terkait porsi atau hal-hal yang dilakukan ketika pembahasan anggaran dan pertemuan yang terjadi ketika proses proyek e-KTP ini dibahas di tingkat awal sesuai dengan kewenangan yang bersangkutan,” kata Febri, Rabu (4/1/2017) lalu.

Novanto disebut menerima fee proyek tersebut saat proyek e-KTP berlangsung pada 2011-2014. Saat itu, Novanto menjabat Bendahara Umum Golkar sekaligus Ketua Fraksi Golkar di DPR. Namun Novanto, yang pernah dipanggil penyidik KPK pada Selasa, 13 Desember 2016, membantah menerima aliran uang terkait dengan kasus itu. “Itu tidak benar. Ya, itu nggak benar,” kata Novanto saat itu.

Baca Juga :  Melacak aliran dana jemaah, eks orang dekat Bos First Travel buka-bukaan

Dalam kasus tersebut, KPK baru menetapkan dua tersangka, yaitu eks Dirjen Dukcapil Irman dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Sugiharto. Saat proyek e-KTP berlangsung, Irman menjabat kuasa pengguna anggaran, sedangkan Sugiharto sebagai pejabat pembuat komitmen.

 

Penulis  : Gibran Maulana Ibrahim
Editor     : Athen
Sumber : Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 + 4 =