MORAL-POLITIK.COM : Agus Harimurti Yudhoyono secara mengejutkan muncul sebagai kuda hitam di Pilgub DKI.

Namun belum juga pertarungan Pilgub DKI dimulai, putra Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini sudah diganjal. Siapa sebenarnya yang panik?

Munculnya Agus Harimurti Yudhoyono di kontestasi Pilgub DKI memang melalui drama yang berliku-liku. Betapa tidak, nama Agus muncul di detik-detik terakhir, itu pun harus melalui drama ‘air mata’ pasca mundur dari posisi penting di TNI.

Oleh sebagian pihak, munculnya Agus ini dipandang sebagai tanda ikutnya SBY yang saat ini menjabat Ketum PD, SBY, di peta pertarungan Pilgub DKI. Otomatis SBY yang membentuk poros Cikeas bersama PAN, PKB, dan PPP, akan berhadapan dengan Prabowo Subianto yang mengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno bersama PKS di poros Kertanegara, dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang membentuk poros Teuku Umar bersama Golkar, NasDem, dan Hanura dengan mengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Manuver PPP kubu Djan Faridz yang tiba-tiba mendeklarasikan dukungan ke Ahok-Djarot pun seolah menjadi garis start dimulainya pertarungan yang sudah panas bahkan ketika KPU belum menetapkan pasangan cagub DKI seperti saat ini. Nyatanya manuver Djan Faridz yang langsung diikuti dengan permohonan SK pengesahan kepengurusan PPP kubunya ke Kemenkum HAM ini benar-benar upaya mengganjal pencalonan Agus-Sylvi yang diusung poros Cikeas.

Menkum HAM Yasonna Laoly pun langsung merespons akan mengkaji permohonan PPP kubu Djan Faridz itu. Jika Menkum HAM pada akhirnya mengesahkan PPP kubu Djan Faridz, artinya berkas pengusungan Agus-Sylvi menjadi cacat lantaran rekomendasi dukungan PPP yang diteken M Romahurmuziy dianggap tidak sah sesuai aturan Undang-undang. Tak pelak ujian berat bagi Agus-Sylvi bahkan harus dimulai sebelum KPU mengibarkan bendera start dengan memberikan nomor urut pasangan cagub pada 20 Oktober mendatang.

Baca Juga :  Bagaimana ukuran milik pria yang ideal?

“Ini usaha yang sangat serius dilakukan pihak-pihak tertentu untuk mengganjal kembalinya Yudhoyono ke pentas politik Indonesia. Terutama mengganjal majunya Agus Harimurti Yudhoyono di Pilgub DKI 2017,” kata pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, kepada wartawan, Kamis (13/10/2016).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here