Foto: Angga Lispro/Moral-politik.com

MORAL-POLITIK.COM : Kabupaten Sikka berupaya keras untuk memonumenkan sejarah pada umumnya.

Sebagai Kabupaten yang membidani lahirnya ribuan Imam Katolik dari ordo SVD (Seminari Ledalero, Red), Patung Kristus Raja yang berada di Kecamatan Alok, Kota Maumere ini, merupakan lambang umat Katolik di Kabupaten Sikka pada khususnya, dan Flores serta Lembata pada umumnya.

Patung Kristus Raja ini pada tahun 1989 diberkati oleh Paus Yohanes Paulus II ketika berkunjung ke Maumere.

Menurut cerita, ketika pada tanggal keramat; 12-12-1992 Kabupaten Sikka di terpa Gempa Bumi Tektonik dan Gelombang Pasang Tsunami berkekuatan lebih dari 6,2 SR, Patung ini pernah berputar tapi tak roboh, dan itu sangat menggegerkan Kota Katolik ini.

Pada tahun 2016, Patung Kristus Raja kembali di cat berwarna kuning emas, karena warna patung ini pudar lantaran terik yang menyengat di “Kota Debu”, Maumere.

Pantauan moral-politik.com, setiap hari sekitar 150 orang datang berdoa di Patung ini. Bahkan banyak umat Katolik dari beberapa provinsi dan negara telah datang berdoa.

Letak patung yang berdekatan dengan bibir pantai, sekaligus Dermaga Maumere, menambah kusuk mereka yang datang berdoa.

Konon katanya, berdoa di Patung ini bakal di kabulkan. Hanya persoalan waktunya yang tepat, jika tidak dalam waktu tiga hari, misalnya….

Tidak ada salahnya jika Patung ini di jadikan sebagai salah satu obyek wisata religi oleh Pemerintah Kabupaten setempat.

Penasaran? Tunggu apa lagi…?

 

Penulis : Angga Lispro
Editor    : V.J. Boekan
Baca Juga :  Lengsernya Soeharto Tak Buat Indonesia Lebih Baik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

92 − 84 =