MORAL-POLITIK.COM : Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta mereka yang membeli buku “Jokowi Undercover” yang ditulis Bambang Tri Mulyono (BTM) untuk tidak digandakan dan disebarluaskan.

“Kesimpulan kita pelaku layak jadi tersangka dan kita akan selesaikan kasus ini dengan cepat. Buku ini telah dicetak lebih kurang 300 eksemplar. Saya imbau yang punya buku ini serahkan ke Polri buat bukti. Jangan diperbanyak,” kata Tito Jumat (6/1/2016).

BTM saat ini telah ditangkap dan ditahan Bareskrim di Polda Metro Jaya sejak Jumat (30/12) lalu. Polisi meragukan pelaku bekerja sendiri dalam menulis bukunya.

“Antara judul dan isinya nggak (cocok). Tidak menggambarkan isinya, isinya kompilasi tulisan pendek yang topiknya macam-macam dan bukan hanya masalah Jokowi tapi ada belasan masalah nasional yang menarik menurut pelaku,” lanjut Tito.

Intinya karena topik Jokowi hanya beberapa tulisan maka sebenarnya buku itu tidak sesuai antara judul dengan isinya. Polisi juga tidak menemukan tata cara penerbitan buku yang benar secara akademik.

“Seperti ada penerbit, kemudian substansinya mengalir dari satu bab ke bab lain. Ada bukti dan data primer, maupun wawancara langsung atau bukti sekunder. Kalau ini isinya hanya analisis sendiri diambil dari media enggak jelas,” tegasnya.

Memang ada 20 referensi tapi semuanya tidak sesuai norma yang ada. Yang ada hanya nama dan tulisannya. Biasanya buku, jika mengutip, ada footnote. Tapi ini tidak ada satupun catatan kaki.

“Ini bukan tulisan akademik dan cara penulisannya tidak sistematik. Awal kesimpulan tidak ada dan bukti pendukung tidak akurat karena tulisannya menyebut nama orang dan fakta A tapi nggak ada bukti pendukung maka bisa dikenakan mencemarkan nama baik dan berita bohong juga,” pungkas dia.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kota Kupang resmi dilaporkan ke Kejati NTT

Saksikan Videonya di sini:

 

 

Penulis  : Farouk Arnaz/YUD
Editor     : Erny
Sumber : BeritaSatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here