MORAL-POLITIK.COM :Tujuan dari bantuan pemerintah di mana saja kepada masyarakatnya sangat baik. Tapi ada baiknya diseleksi secara cermat sehingga tak merisaukan warganya sendiri.

Sama halnya dengan petani Desa Habi dan Langir, mereka menyesali bibit jagung bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pertanian setempat. Pasalnya, benih jagung Hibrida yang di tanam oleh petani mengalami kerusakan saat berumur satu bulan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Desa Habi Maria Nona Murni saat di temui moral-politik.com di Kantor Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Kamis (19/1/2017) siang.

Menurut Kades Maria, banyak petani yang datang mengeluh kepadanya kalau jagung yang di tanam banyak yang tidak tumbuh, dan kalau tumbuh pun langsung kelihatan kering.

Kata Kades, benih jagung hibrida bantuan pemerintah itu, di dalam plastik banyak jagung yang sudah rusak dan pecah-pecah. Sehingga bibit yang didisribusi kepada kelompok petani kurang bagus.

Lanjutnya, tiga tahun berturut-turut bantuan bibit jagung dari pemerintah daerah sangat bagus, tetapi baru tahun ini bantuan bibitnya bermasalah. Justru bibit jagung yang bukan bantuan dari pemerintah tumbuh subur dengan bagus.

“Kita sudah sampaikan kepada DPRD Sikka ketika melakukan reses di desa ini tentang masalah bantuan bibit jagung oleh pemerintah yang sangat merugikan petani,” tandas Kades cantik ini.

Ia menambahkan, Desa Habi 80 persen pekerjaannya adalah petani. Kita takutnya kalau bibit bantuan pemerintah itu semuanya tidak tumbuh maka desa kita ini akan terjadi gagal panen sekaligus akan terjadi rawan pangan. Sehingga kalau masalah ini terjadi, kita berharap agar pemerintah segera mencari jalan keluar bersama pemerintah desa.

Baca Juga :  Segudang permintaan masyarakat kepada DPRD Kota Kupang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here