MORAL-POLITIK.COM : Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang di bawa kepemimpinan pelaksana tugas (Plt) Johanna Lisapaly memberikan perhatian besar untuk membantu masyarakat usaha kecil menengah, berupa dana Pemberdayaan Ekonomi Mayarakat (PEM).

Program primadona Pemkot Kupang yang sudah diluncurkan sejak 2013 tersebut, kini terus meningkat, dan hingga akhir tahun 2016, dana yang bergulir di masyarakat sudah menembus angka Rp. 62 milliar.

“Dana PEM yang kini sudah beredar bagi warga penerima di 51 Kelurahan di Kota Kupang kini sudah menembus hampir Rp.62 milliar,” kata mantan Kepala Badan Pemberdayaan Mayarakat Kota (BPMK) Kupang, Felisberto Amaral kepada moral-politik.com, di Kota Kupang ,Sabtu (14/1/2017) siang.

Dikatakan Amaral, selama dana PEM dikelola oleh BPMK, pengguliran paling banyak di Kelurahan Nefonaek yang sudah mencapai Rp. 1.926.250.000, disusul Kelurahan Oepura sebesar Rp.1.794.000.000, serta Kelurahan Oeba sebesar Rp. 1.734.500.000. Selain itu ada beberapa kelurahan yang penggulirannya sudah berada di atas angka 1,5 miliar, seperti di Kelurahan Kuanino dan Oetete.

Amaral berharap, dengan sudah ditiadakan BPMK akibat pembentukan OPD baru, diharapkan dana itu dapat bergulir dengan baik, karena untuk tahun 2017 ada pengguliran tambahan sebesar Rp. 500 juta per kelurahan dari Pemkot Kupang.

“Dengan dibubarkannya BPMK sangat disesalkan, karena keberadaan badan ini sangat penting untuk memfasilitasi dana pemberdayaan yang dikucurkan pemerintah daerah. Tetapi dari kabar terakhir, kementerian sudah menyetujui dibentuk lagi BPMK sehingga diharapkan DPRD dan pemerintah menyiapkan lagi draft perda untuk pembentukan BPMK kembali,” pungkas dia.

 

Penulis : Nyongki
Baca Juga :  KPU Kota Kupang Ungkap Masalah Pendanaan, Pilkada Bisa Batal...??

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here