MORAL-POLITIK.COM : Melalui pernyaataan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), nampaknya pemerintah tak akan mengkaji kembali Peraturan Pemerintah (PP) No.60 tahun 2016.

PP No.60 tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang merupakan dasar penyesuaian tarif administrasi pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) hingga mencapai tiga kali lipat.

Menurut JK, penyesuaian tarif tersebut pasti sudah berdasarkan hasil evaluasi dari instansi yang terkait, yaitu Kepolisian dan Kementerian Keuangan (Kemkeu). Kemudian, hasilnya diperlukan adanya peningkatan biaya administrasi yang ternyata tidak pernah mengalami kenaikan sejak tahun 2010.

“PNBP ini pendapatan bukan pajak. Itu memang selalu dievaluasi setiap jangka waktu tertentu, ini sudah dijelaskan berkali-kali baik oleh Kementerian Keuangan dan Kepolisian. Presiden hanya menyatakan bahwa hati-hati, tapi begitu sudah diketahui di situ, begitu sudah ditandantangani ya berlaku, tidak berarti harus ditarik lagi,” kata JK, Jumat (6/1/2017).

Oleh karena itu, menanggapi isu saling lempar tanggung jawab antara Kepolisian dan Kemkeu, JK menegaskan sudah ada komunikasi antara Kepolisian dan Kemkeu mengenai rencana peningkatan PNBP tersebut. Selanjutnya, diusulkan ke presiden untuk ditetapkan dalam bentuk PP.

“Soal komunikasi pasti terjadi, tidak mungkin tidak. Polri dan Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan bahwa hanya mengusulkan. Memang karena itu dalam bentuk PP jadi yang memutuskan presiden. Jadi memang pasti bukan polisi yang memutuskan, bukan menkeu yang memutuskan karena bentuknya PP. Itulah yang dimaksud kenapa dua lembaga itu mengatakan hanya mengusulkan. Tetapi pasti lewat Menkeu. Pasti mulai dari Kapolri dan Menkeu pasti ada koordinasi walaupun keputusan akhirnya ada di presiden yang menandatanganinya atas usul dari bawah. Begitu jalurnya,” papar JK.

Baca Juga :  Jokowi berang, 4 petugas Transjakarta cabuli penumpang

 

Penulis  : Novi Setuningsih/FMB
Editor     : Erny
Sumber : Suara Pembaruan, BeritaSatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here