MORAL-POLITIK.COM : Baru-baru ini kabar mengejutkan datang dari Bogor. Dimana sebuah kawasan terpencil yang terletak di tengah perbukitan Cigudeg, Bogor, Jawa Barat terdapat perkampungan yang disinyalir menjadi mukim para Warga Negara Asing (WNA) asal Cina.

Ini menyusul operasi yang dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas II Bogor yang berhasil membongkar temuan hunian para TKA ilegal dari Tiongkok di sana. Dilansir dari JPNN Rabu (11/1/2017) penyisiran petugas terhadap TKA Cina ini dilakukan di kawasan tambang Emas dan Galena, Cigudeg, Kabupaten Bogor. Ratusan TKA tersebut membangun “Perkampungan Tiongkok” di sana.

Sebagaimana yang diwartakan oleh jurnalis JPNN, penggerebakan perkampungan Tiongkok tersebut dilakukan oleh petugas imigrasi pada Selasa (10/1/2017) pagi kemarin. Dalam sidak kali ini Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Bogor Herman Lukman turun langsung memipin operasi tersebut.

Sesampainya di lokasi, tampak terlihat sebuah kertas tertempel berwarna merah bertuliskan bahasa Mandarin. Pun demikian dengan bangkai traktor pengangkut batu yang tergelak tak keruan. Melihat hal tersebut, petugas menyebar dan menyisir satu persatu bilik hunian yang menjadi tempat singgah para TKA ilegal.

“Ada sembilan orang kabur. Kita berhasil tangkap,” kata Herman. Belum tuntas menyambung napas, dua TKA kembali berulah. Buru-buru petugas bersenjata memborgol salah satu di antaranya. Sedangkan yang satu lagi berusaha menyuap petugas dengan segepok uang.

“Kita sisir sampai Kampung Cihideung (Desa Centak Manik), di sini ada bosnya,” terangnya. Di lokasi itu pula, kata dia, turut diamankan seorang perempuan bernama Shi Tian (37). Perampuan itu mengaku sebagai juru masak.

Sementara itu, tim kedua dari operasi tiba di lokasi sasaran sekitar pukul 12.00 WIB. Jalur yang dipilih melalui perkebunan sawit, Kampung Wates, Desa Banyuwangi, Cigudeg, Kabupaten Bogor. Jalur ini dipilih untuk membendung TKA yang berusaha lari.

Baca Juga :  Dua Gadis Kota Kupang di CFD...

Setelah melalui perkebunan teh, tim juga menyusuri hutan di kawasan milik Perhutani. Saat tim tiba di lokasi, bangunan pun sudah kosong tak perpenghuni. Di dalamnya, tampak barang-barang tertata rapi. Melihat jejak baru sebuah kendaraan roda dua, tim pun berkesimpulan sang pemilik tak lama pergi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here