MORAL-POLITIK.COM : Pemerintah Desa di Kabupaten Sikka, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat kreatif. Mereka tak mau kalah dengan Pemerintah Kabupaten setempat yang dananya mengucur dari APBN, APBD, dan lain-lain.

Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam budidaya tanaman kakao, sebanyak 30 petani Dobo Nua Pu’u mengikuti pelatihan budidaya kakao yang diselenggarakan oleh Pemeritahan Desa (Pemdes) Dobo Nuapu’u, Kecamatan Mego, bekerja sama dengan Wahana Tani Mandiri (WTM).

Pada acara pembukaan, Kepala Desa Dobo Nua Pu’u Sergius Solo mengatakan, pelatihan yang diselenggarakan untuk menambah pengetahuan dan wawasan bagi petani dalam budidaya kakao terutama tentang teknis-teknis yang belum pernah dipraktekkan oleh petani dalam budidaya kakao.

Pemdes Dobo Nuapu’u, katanya, dalam mengelola keuangan sebagaimana tercantum dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDES) di fokuskan pada pemberdayaan petani untuk mencapai sebuah kualiatas hidup yang layak.

Karena itu, tegasnya, kami mendistribusi tanaman umur panjang yaitu Pala, Cengkeh dan Kakao sebagai tanaman kehutanan, untuk memotivasi petani.

“Tanaman Kakao menjadi salah satu tanaman komoditi yang sudah lama dikembangkan di wilayah desa ini. Sehingga tanamanan kakao perlu dibudidayakan oleh petani” ujar Sergius.

Sergius Solo juga menyatakan bahwa petani di Dobo Nua Pu’u selama ini membiarkan tanaman kakaonya begitu saja tanpa ada perawatan khusus. Padahal, produksi kakao yang mereka peroleh dapat meningkatkan perekonomian keluarga bila dilakukan perawatan intensif, apalagi saat ini harga kakao di pasar dunia cukup menjanjikan. Oleh karena itu, pelatihan yang diberikan dapat menambah wawasan tentang budidaya kakao.

Baca Juga :  Listrik Padam Warnai Sidang Paripurna DPRD Provinsi NTT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here