Home / News NTT / Rudi Tonubesi: Panwaslu RI dan NTT melanggar kode etik

Rudi Tonubesi: Panwaslu RI dan NTT melanggar kode etik

foto: vivatimor.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM : Keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia dalam sidang perkara pengaduan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilihan umum, memutuskan bahwa Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) RI dan Banwaslu NTT telah melanggar kode etik.

Pasalnya, pelanggaran Kode Etik yang dilakukan Bawaslu NTT dan Bawaslu RI karena tidak menindaklanjuti keputusan Panwaslu Kota serta menerbitkan surat yang isinya melakukan pemecatan sementara terhadap tiga Anggota Panwaslu, dan surat edaran yang isinya tetap mengakomodir Petahana Jonas Salean sebagai Calon Walikota, meskipun keputusan Panwaslu Kota Kupang terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang untuk membatalkan pencalonan Jonas Salean.

Ekses dari itu, surat yang dikirim oleh Bawaslu RI kpeada Bawaslu NTT itu menjadi dasar untuk mengambil sebuah keputusan.

“Bawaslu NTT terbukti melakukan tindakan yang melanggar kode etik karena mengambil alhi Panwaslu Kota sehingga menggunakan surat edaran tersebut untuk tidak memberikan sangsi terhadap petahana Jonas Salean sesuai ketentuan UU,” ujar Kuasa Hukum paket FirmanMu Rudi Tonubesi kepada media ini melalui sambungan telepon dari Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Sedangkan 3 Anggota Panwaslu Kota Kupang, kata Rudy, yang sebelumnya di pecat dikembalikan pada posisi semula karena mereka tidak bersalah, dan mereka juga tidak menggunakan surat edaran tersebut untuk mengambil sebuah keputsan, mereka juga paham benar bahwa surat edaran yang dikeluarkan oleh Bawaslu NTT dan Bwaslu RI sangat bertentangan dengan Undang-undang (UU).

“Tiga Anggota Panwaslu dikembalikan pada posisi semula, karena mereka tidak bersalah, karena apa, karena mereka tidak membuat keputusan dengan surat edaran tersebut, dan mereka mengerti kalau surat edaran itu bukan UU,” ujar Rudi mengutip hasil sidang yang dipimpin oleh Ketua DKPP Jimlie Asshiddiqie dan didampingi oleh empat Anggota Hakim yakni Ahmad Sumadi, Ida Budiarti, AnaEerliana, dan Saut Hamonangan Sirait.

Baca Juga :  Bupati Mella siapkan Program Gemas untuk berantas 'Human Trafficking'

Pihak KPU Kota Kupang, pungkas dia, tidak bisa disalahkan karena mereka membuat keputusan sesuai surat edaran dari Bawaslu NTT.

 

 

Penulis  : OK/PN
Editor     : Athen
Sumber : Vivatimor.com

Pencarian Terkait:

  • rudy tonubesi

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button