Home / Sejarah / SBY kenang 10 tahun ikut rayakan ‘Imlek’ dan ‘Cap Go Meh’

SBY kenang 10 tahun ikut rayakan ‘Imlek’ dan ‘Cap Go Meh’

Kompas.com/Sandro Gatra -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sambutan pada Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2564 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (18/2/2013).

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM : Banyak jalan menuju ke Roma. Begitupun banyak jalan menghadapi berbagai ragam isu yang merebak.

Dedengkot politik Indonesia, Presiden Keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan harapannya ketika dunia merayakan Tahun Baru Imlek 2568, Sabtu (28/1/2017).

Ia berharap, kedamaian dan kesejahteraan mengiringi perayaan Tahun Baru Imlek 2568 kali ini.

Hal itu diungkapkan SBY melalui kicauan di akun Twitter-nya, @SBYudhoyono.

“Saya dan keluarga ikut berbahagia di Tahun Baru Imlek 2568 ini. Semoga kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan sertai yang merayakan,” kata SBY melalui akun Twitternya, @SBYudhoyono.

Ia pun mengenang setiap perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang telah dilaluinya bersama umat Konghucu dan etnis Tionghoa. SBY mengatakan dirinya memiliki kenangan indah ketika 10 tahun berturut-turut ikut merayakan dua hari besar tersebut.

“Saya senang menyimak falsafah dan nilai-nilai kebajikan universal, yang diajarkan Konghucu. Persaudaraan, harmoni dan kesetiakawanan,” tutur Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Terkait kicauan SBY tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo menuturkan bahwa SBY kerap ikut merayakan Imlek dan Cap Go Meh bersama komunitas selama 10 tahun berturut-turut, saat masih menjabat Presiden RI.

Menurut dia, SBY ingin menunjukkan bahwa toleransi beragama perlu dikedepankan. Hal itu, kata Roy, juga ditunjukan pada periode kepemimpinan SBY yang jauh dari sikap-sikap intoleransi serta menciptakan kondisi aman dan damai.

Baca Juga :  Jokowi minta pers jangan bikin judul berita "Pemerintah Gagal"

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button