MORAL-POLITIK.COM : Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan terus melalukan razia terhadap siswa yang meninggalkan sekolah tanpa alasan yang jelas.

Pasalnya, banyak siswa mulai dari SMP dan SMA yang menggunakan seragam sekolah berkeliaran di tempat perbelanjaan, nongrong di tempat umum, dan ada yang bermain Play Station.

Kasat Pol PP Kabupaten Sikka Yoseph Benyamin saat ditemui moral-politik.com, Senin (24/1/2017) di ruang kerjanya Kantor Pol PP, Kecamatan Alok Timur mengatakan, dalam razia yang dilakukan satu hari kita bisa menangkap siswa yang bolos 2 sampai dengan 5 orang.

“Razia akan terus kita lakukan setiap hari terutama di tempat-tempat nongkrong mereka di daerah pertokoan Maumere pada saat jam sekolah. Tujuan yang kita lakukan razia ini agar tidak ada lagi siswa yang berkeliaran saat jam kegiatan belajar mengajar sehingga mereka betul-betul memanfaatkan jam sekolah untuk menimbah ilmu yang diberikan oleh bapak ibu guru mereka.

“Jumlah yang kita jaring dalam minggu ini saja sekitar 25 orang. Kita akan terus melakukan operasi penertiban ini setiap hari,” kata Benyamin.

Ia menambahkan, patroli yang dilakukan mulai pagi sampai dengan jam satu siang. Bagi siswa yang kita tangkap akan diberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan. Setelah itu, kita akan mengantarkan siswa tersebut kepada kepala sekolahnya agar pihak sekolahnya memberikan pembinaan sesuai dengan aturan sekolah.

Kisahnya, terkadang juga kalau sudah lewat jam sekolah, ia langsung mengantarkan ke rumahnya dan berdiskusi dengan orang tua mereka agar lebih memperhatikan anaknya.

Baca Juga :  Jeriko tata ulang manajemen 3 perusahaan daerah yang merugi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here