MORAL-POLITIK.COM : Tahun 2017 baru berjalan 25 hari, namun Kota Kupang, ibukota provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah ditimpa belasan bencana.

Miris memang. Namun siapakah yang bersalah sehingga bencana begitu getol menghujam masyarakat Kota Kupang?

Asal tahu saja, sepanjang tahun 2017 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang merilis telah terjadi sebanyak sebelas kejadian bencana di Kota Kupang. Bencana yang terjadi terdiri dari tanah longsor yang disebabkan intensitas hujan yang tinggi, dan bencana kebakaran.

“Telah terjadi 11 kejadian bencana yang terdiri dari 8 bencana tanah longsor, dan tiga bencana kebakaran. Khusus bencana tanah longsong, terjadi pada pemukiman di beberapa bantaran kali di Kota Kota Kupang,” kata Kepala BPBD Kota Kupang Adi Manafe kepada moral-politik.com usai menyerahkan bantuan bagi kelurga korban bencana tanah longsor di Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Rabu (25/1/2017) siang.

Menurut Manafe, bantuan yang diberikan merupakan bantuan tanggap darurat berupa peralatan rumah tangga seperti terpal, beras, mie dan minyak goreng.

Namun, katanya, bantuan tidak diberikan secara stimulant untuk korban bencana tanah longsor di bantaran kali, karena kalau bantuan terus diberikan, masyarakat yang tinggal di bantaran kali menganggap pemerintah setuju dengan mereka untuk tetap tinggal di daerah potensi bencana tersebut.

Baca Juga :  Banyak Proyek Bermasalah, Selly Tokan Mengingatkan Kepala Dinas PU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here