MORAL-POLITIK.COM : Kampus adalah tempat beraktivitasnya kaum intelektual yang bertugas mencerdaskan bangsa demi tergapainya cita-cita kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Akan tetapi kampus juga bisa menjadi tempat adu kekuatan fisik, atau area untuk mempertontonkan pepatah Latin : Homo Homini Lupus (Manusia adalah srigala bagi manusia), atau juga kehidupan “Suku Barbar”.

Seperti halnya peristiwa miris yang terjadi lantaran belasan pegawai dan security Universitas Kristen Arhta Wacana (UKAW) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) membongkar paksa ruangan rapat Senat FKIP UKAW Kupang, Kamis (12/1/2017).

Pantauan langsung moral-politik.com, pembongkaran ruangan senat tersebut pada pukul 14.00 WITA oleh Security bersama Pegawai Rektorat UKAW.

Denisius Pobas sebagai Ketua Senat FKIP UKAW Kupang menyatakan, kami dari Sekretariat Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UKAW Kupang sudah menyampaikan surat keberatan kepada pihak Rektorat, tapi tidak ada balasan dari Rektorat.

Surat itu nomor : 936/R/UKAW/M.6/XII. 2016 tentang “Pemanfaatan Gedung SEMA Baru”, maka kami menyampaikan beberapa keberatan sebagai berikut :

1. Lembaga Kemahasiswaan adalah lembaga intra kampus yang berfungsi sebagai wadah aspirasi mahasiswa sesuai dengan Kepmen Nomor : 155/Kep/UU Tahun 1998 dan KUKM UKAW Tahun 1999. Oleh karena itu lembaga ini harus berada di tengah-tengah mahasiswa, bukan dijauhkan dari tempat belajar mahasiswa.

2. Sekretariat Lembaga Kemahasiswaan bukanlah tempat untuk kumpul-kumpul, tetapi sekretariat sebagai tempat belajar. Apabila ada beberapa pengurus yang tidur dalam sekretariat karena diberikan tugas untuk menjaga sekretariat.

3. Sesuai dengan kesepakatan Rektor UKAW dan mantan-mantan Pengurus Lembaga Kemahasiswaan periode lalu di sekretariat LK FKIP-UKAW, disepakati bahwa pembangunan gedung sekretariat Lembaga Kemahasiswaan bukanlah seperti asrama yang saat ini sudah dibangun. Tetapi dibangun rumah yang berdiri sendiri untuk masing-masing Fakultas dan di lengkapi dengan semua fasilitas yang memadai (Wifi dan lain-lain).

Baca Juga :  Pemkot Kupang Rekrut Tim Seleksi Direktur PDAM...

4. Berdasarkan pembangunan gedung Sekretariat yang telah ada kalau mau dilihat-lihat sangat kecil dan tidak ada ruang untuk pertemuan, maka gedung tersebut tidak mampu menampung semua pengurus ketika diadakan rapat-rapat internal pengurus baik Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) dan Senat Mahasiswa (SEMA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here